Tenda-tenda jemaah haji di Mina, Arab Saudi. (Media Center Haji 2025/Rochmanudin)
Irjen Dendi juga meminta agar penetapan ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom) dilakukan lebih awal. Setelah Lebaran, karu dan karom sudah harus terbentuk, melakukan silaturahmi, membuat grup WhatsApp, serta aktif berinteraksi dengan jemaah.
Tak hanya petugas, Dendi turut menekankan pentingnya solidaritas antarjemaah. “Yang muda menolong yang tua, yang sehat membantu yang sakit. Kita semua ingin kualitas haji kita semakin baik,” katanya.
Terkait penyelenggaraan haji, Irjen mengakui bahwa pengurusan haji sejak era kolonial Belanda dikenal punya kompleksitas tinggi. Namun melalui Kementerian Haji, pemerintah kini menetapkan sedikitnya empat indikator keberhasilan haji.
Pertama, seluruh kuota haji terserap penuh sebanyak 221 ribu jemaah. Kedua, menurunnya angka kematian jemaah, bahkan diupayakan hingga nol. Ketiga, tidak ada jemaah yang hilang. Keempat, tidak ada lagi kesulitan mendasar seperti jemaah terpisah dari pasangan atau koper tercecer.
Irjen kembali menegaskan, tugas petugas haji adalah amanah mulia sekaligus pertaruhan integritas. Ia mengingatkan pentingnya menjaga adab selama berada di Tanah Suci.
“Kita bertamu di kota suci, di kampung Rasulullah. Jaga adab, jangan buang sampah sembarangan. Tidak mungkin kita mendapat cinta Allah jika kita tidak mencintai Rasul-Nya,” pesannya.
Menjawab pertanyaan terkait kemungkinan pemulangan jemaah apabila dinyatakan tidak istithaah kesehatan di Embarkasi, Dendi menyatakan hal tersebut bisa saja terjadi.
“Kalau memang kondisi faktualnya tidak sehat. Standar kesehatan bukan ditentukan pemerintah pusat, tetapi pemerintah Arab Saudi. Karena itu jaga kesehatan sampai hari H keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air,” katanya.