Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Muhammad Iqbal Djawad resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030. (Dok. Istimewa)
Muhammad Iqbal Djawad resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030. (Dok. Istimewa)

Makassar, IDN Times - Muhammad Iqbal Djawad resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030. Ia menjadi pendaftar keempat dalam proses seleksi yang berlangsung di Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Kamis (28/8/2025).

Panitia menyatakan berkas pendaftaran Iqbal lengkap dan memenuhi syarat. Kehadirannya menarik perhatian karena datang seorang diri, tanpa pendamping, dengan alasan menjunjung tradisi akademik yang terbuka dan penuh integritas.

1. Alasan Iqbal hadir tanpa pendamping

Muhammad Iqbal Djawad resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030. (Dok. Istimewa)

Kepala Pusat Kajian ASEAN pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unhas ini menekankan pentingnya nilai akademik dalam proses seleksi. Menurutnya, pencalonan rektor harus mengedepankan integritas dan budaya kolaboratif.

“Sejak awal saya sudah ditanyakan, mengapa hadir sendiri tanpa pendamping? Saya tegaskan bahwa ini adalah bagian dari tradisi akademik. Oleh karena itu, saya ingin hadir secara mandiri, terbuka, dan sesuai dengan budaya akademik yang kita junjung,” Prof. Iqbal.

2. Tekankan identitas maritim Unhas

Muhammad Iqbal Djawad resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030. (Dok. Istimewa)

Dalam pemaparannya, Iqbal menegaskan bahwa Unhas memiliki warisan kuat dalam pengembangan ilmu kelautan, yang sudah dirintis sejak era kepemimpinan Rektor Amiruddin melalui Pola Ilmiah Pokok (PIP) Kelautan. Ia menyebut identitas ini harus terus diperkuat agar Unhas menjadi poros pengetahuan dan inovasi maritim kepulauan dunia.

“Oleh karena itu, dalam kertas kerja saya, saya menegaskan keyakinan bahwa Unhas tidak telah berada pada point of no return untuk melangkah sebagai poros pengetahuan dan inovasi maritim kepulauan dunia. Hal ini hanya dapat diwujudkan melalui komitmen kepemimpinan yang teguh pada integritas, nilai-nilai akademik, keberlanjutan, serta kemajuan bersama. Insya Allah, saya akan membawa Unhas mewujudkan identitasnya sebagai universitas yang unggul, mandiri, dan mendunia," jelas Iqbal.

3. Mendaftarkan diri karena panggilan mengabdi

Muhammad Iqbal Djawad resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030. (Dok. Istimewa)

Iqbal menegaskan bahwa keputusannya maju bukan didorong ambisi pribadi, melainkan panggilan untuk mengabdi dan melanjutkan capaian sivitas akademika Unhas. “Banyak orang yang menginspirasi saya untuk membangun Unhas. Dengan tradisi akademik yang sudah ada, saya percaya bahwa kepemimpinan harus dijalankan dengan semangat kolaborasi, bukan bekerja sendiri. Unhas harus terus maju, unggul, mandiri, dan mendunia,” kata dia.

Dengan mendaftarnya Prof. Iqbal, dinamika penjaringan bakal calon Rektor Unhas 2026–2030 semakin berwarna. Setiap kandidat membawa visi berbeda untuk memperkuat Unhas sebagai universitas berdaya saing global yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Editorial Team