Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi siswa SD (IDN Times/Galih Persiana)
Ilustrasi siswa SD (IDN Times/Galih Persiana)

Intinya sih...

  • Berdasarkan SEB, siswa akan libur Lebaran 2026 selama 10 hari. Siswa akan masuk sekolah kembali pada 30 Maret 2026.

  • Ramadan bukan hanya penyesuaian jadwal belajar, tapi juga momentum penguatan pendidikan karakter.

  • Disdik Makassar dorong sekolah menyelenggarakan tadarus Alquran, pesantren kilat, kultum, dan kegiatan sosial.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Dinas Pendidikan Kota Makassar menerbitkan surat edaran terbaru tentang penyesuaian pelaksanaan pembelajaran selama bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Surat Edaran Nomor 400.3.5/343/Disdik/II/2026 ini berlaku untuk seluruh jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Makassar.

Edaran ini diterbitkan Disdik Makassar pada 14 Februari 2026. Edaran terbaru ini dikeluarkan menyusul terbitnya Surat Edaran Bersama (SEB) 3 Menteri mengenai kalender pembelajaran nasional selama Ramadan dan Idulfitri.

Sebelumnya, Disdik lebih dulu menerbitkan surat edaran pada 13 Februari 2026. Namun, jadwal ini direvisi dan disesuaikan untuk menyelaraskan jadwal sekolah di Kota Makassar dengan ketentuan pusat.

1. Jadwal libur awal Ramadan, pembelajaran, dan libur Idulfitri

Ilustrasi siswa SD (IDN Times/Sukma Sakti)

Dalam edaran terbaru, libur awal Ramadan berlangsung pada 16-21 Februari 2026. Selanjutnya, pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan berlangsung pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026, dengan penyesuaian suasana belajar agar tetap kondusif bagi peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.

Masa libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah ditetapkan dalam satu periode, yakni 16-28 Maret 2026. Efektif pembelajaran tatap muka dijadwalkan kembali mulai 30 Maret 2026. Dengan skema ini, total libur Lebaran 2026 mencapai 10 hari.

"Dengan adanya penyesuaian ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan dapat mengikuti ketentuan terbaru libur Lebaran secara tertib," kata Achi Soleman, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Senin (16/2/2026).

2. Kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter

ilustrasi siswa Sekolah Dasar (IDN Times/Gregorius Aryodamar P)

Disdik Makassar menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar penyesuaian jadwal belajar, melainkan momentum penguatan pendidikan karakter. Sekolah didorong menyelenggarakan berbagai kegiatan, antara lain tadarus Alquran, pesantren kilat, kultum atau ceramah keagamaan hingga ekgiatan sosial dan bakti sosial.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun suasana religius di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan empati antarpeserta didik.

"Kita ingin anak-anak tidak hanya memahami makna puasa secara ritual, tetapi juga mampu mengamalkan nilai empati, berbagi, serta disiplin dalam kehidupan sehari-hari," kata Achi.

3. Dibutuhkan peran orang tua selama periode libur

Ilustrasi siswa. IDN Times/Sukma Sakti

Orang tua juga diimbau tetap memantau aktivitas anak selama libur. Hal ini agar anak tetap disiplin, produktif, dan memanfaatkan waktu secara positif.

Achi juga menegaskan pelaksanaan pembelajaran selama Ramadan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi kurikulum reguler. Pembelajaran selama bulan suci ini juga diarahkan untuk penguatan pendidikan karakter peserta didik.

"Ramadan adalah momentum pendidikan karakter. Sekolah kami dorong untuk memperbanyak kegiatan yang membentuk akhlak, kedisiplinan, dan kepedulian sosial peserta didik," kata Achi.

Editorial Team