Makassar, IDN Times - Kenaikan harga komoditas laut rupanya mendominasi pembentuk inflasi Sulawesi Selatan pada Januari 2026. Dari sepuluh penyumbang utama inflasi, tujuh di antaranya berasal dari kelompok ikan segar dan hasil laut.
Data Bank Indonesia Sulawesi Selatan menunjukkan ikan teri mengalami kenaikan tertinggi sebesar 12,36 persen. Disusul tomat 13,12 persen, ikan layang 8,24 persen, ikan cakalang 7,67 persen, ikan kembung 5,30 persen, ikan bandeng 3,62 persen, serta udang basah 3,86 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengakui kenaikan harga ikan pada awal tahun. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan faktor cuaca yang memengaruhi pasokan hasil tangkapan.
"Tujuh dari sepuluh penyumbang utama inflasi berasal dari tekanan harga ikan segar akibat kondisi cuaca yang kurang kondusif," kata Rizki, Sabtu (14/2/2026).
