- Amelia, perempuan, pekerjaan bidan, alamat Dusun Tambunan Desa Tongkonan (meninggal)
- Miskawati, perempuan, 24 tahun, pekerjaan Swasta, alamat Dusun Limbong Desa Dampan (meninggal)
- Wanto, laki-laki, 22 tahun, pekerjaan swasta, alamat Dusun Dampan Desa Dampan (meninggal)
- Mariama, perempuan, 57 tahun, guru honorer, alamat Desa Karatuan (meninggal)
Identitas Korban Tanah Longsor di Luwu: 4 Tewas, 10 Selamat

Makassar, IDN Times - Tim gabungan mengevakuasi 14 orang dari lokasi tanah longsor di jalan Desa Bonglo, Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu, Senin (26/2/2024). Empat korban ditemukan tewas tertimbun material longsor, sepuluh lainnya selamat.
"Laporan terakhir 14 orang berhasil dievakuasi dengan rincian empat orang meninggal, lima orang dalam perawatan di puskesmas, dan lima orang lainnya telah dipulangkan ke rumah masing-masing,” kata Pj Bupati Luwu M. Saleh, Senin.
1. Tim evakuasi masih mencari korban lain

Saleh mengatakan, seluruh perangkat terkait terus bekerja, terutama dalam upaya mengevakuasi korban. Tim evakuasi menduga masih ada korban tertimbun longsor. Dugaan itu berdasarkan keterangan saksi, bahwa ada dua mobil tertimbun.
“Posko tim relawan sudah kita bentuk, kemudian perlengkapan evakuasi dan dapur umum juga sudah dikerahkan, termasuk dua unit alat berat sudah ada di lokasi,” ucap Pj Bupati.
2. Pengendara terjebak saat ada longsor susulan

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, peristiwa tanah longsor dipicu hujan intensitas tinggi sejak Minggu malam, serta tanah labil. Tanah longsor menutupi badan jalan Desa Bonglo.
Pada Senin pagi, sejumlah pengendara berupaya memaksakan melintas dengan saling bantu mendorong kendaraan. Namun saat itu terjadi longsor susulan, yang membuat warga bersama kendaraannya tertimbun material longsor.
3. Identitas korban selamat dan meninggal

Basarnas Makassar menurunkan tim menuju Luwu untuk mencari dan mengevakuasi korban. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Basarnas Makassar Mexianus Bekabel.
"Tim dari Basarnas Makassar sudah menuju ke lokasi membawa peralatan evakuasi, kita juga turunkan tim dari Palopo," katanya.
Menurut laporan Basarnas, sejauh ini ada 14 korban ditemukan, empat di antaranya meninggal. Para korban selamat ada yang dirawat di puskesmas, dirujuk ke rumah sakit, serta pulang ke rumah. Berikut identitas para korban:
Meninggal
Selamat
- Firdaus, laki-laki, 19 tahun, pekerjaan swasta, alamat Dusun Langda Desa Tede
- Markus Toding Allo, laki-laki, 43 tahun, petani, alamat Dusun Langda Desa Tede
- Seni, perempuan, 34 tahun, pekerjaan swasta, alamat Desa Pantilang
- Mardiana, perempuan, 60 tahun, pekerjaan swasta, alamat Desa Bonglo
- Delman, laki-laki, 19 tahun, pekerjaan swasta, alamat Desa Barana
- Ririn, perempuan, 31 tahun, bidan, alamat Kota Palopo
- Lilis, perempuan, 30 tahun, pekerjaan farmasi, alamat Desa Se'pon
- Nirwana, perempuan, 37 tahun, bidan, alamat Kota Palopo
- Wahab Busa, laki-laki, 19 tahun, pekerjaan swasta, alamat desa Uraso
- Identitas tidak diketahui, karena langsung pergi dari lokasi
4. Pj Gubernur sampaikan duka cita untuk para korban

Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban tanah longsor di Luwu. "Pertama atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi mengucapkan turut berduka cita pada saudara kita yang terdampak dari musibah longsor tersebut," kata Bahtiar di Kantor Gubernur Sulsel.
Bahtiar mengatakan pihaknya telah melaksanakan upaya penanganan longsor. Hal itu mencakup langkah-langkah tanggap darurat, koordinasi dengan instansi terkait, serta upaya rehabilitasi dan penanganan bencana.
"Saya melalui Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) mengambil langkah-langkah koordinasi. Tadi saya telepon langsung (Pj) Bupati Luwu, Pak Saleh kemudian Pj Wali Kota Palopo, sudah berada di lokasi tadi siang," kata Bahtiar.
Tim SAR gabungan juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh tanah longsor. Mereka juga bertugas menjaga keselamatan masyarakat sekitar.
"Karena itu jalan akses terputus dan itu tadi Dinas PU, dan Dinas Sosial Provinsi. Memastikan dikerjakan supaya akses terputus ini segera bisa diatasi dan alat-alatnya yang terdekat dikerahkan," ujarnya.



















