ilustrasi penyelidikan (IDN Times/Aditya Pratama)
Selain persoalan kecemburuan, korban juga disebut kecewa karena suaminya dinilai lebih banyak menghabiskan waktu mengurus ayam peliharaan dibanding memperhatikan keluarga. Konflik rumah tangga yang terus berulang itu akhirnya memuncak hingga sang suami memulangkan korban bersama tiga anaknya ke rumah orang tuanya di Mamuju. Sebelumnya, pasangan tersebut diketahui tinggal di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene.
“Karena bertengkar itu akhirnya suami pulangkan istrinya bersama tiga anaknya ke rumah orang tuanya di Mamuju,” Herman menjelaskan. Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa itu.
Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.
NGO Indonesia pencegahan bunuh diri:
Jangan Bunuh diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID