Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga-harga Naik Jelang Lebaran, Cabai Rawit di Makassar Tembus Rp70 Ribu
Ilustrasi pedagang cabai merah melayani pembeli di pasar tradisional. (ANTARA FOTO/Ardiansyah)
  • Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melakukan sidak ke Pasar Pabaeng-baeng untuk memantau harga bahan pokok yang naik menjelang Lebaran, terutama cabai rawit hingga Rp70 ribu per kilogram.
  • Aktivitas pasar masih terpantau sepi di H-8 Idul Fitri, sementara beberapa komoditas seperti kelapa justru turun harga karena pasokan melimpah dan kebijakan larangan ekspor.
  • Pemkot Makassar menggelar pasar murah di sembilan titik setiap hari guna membantu masyarakat mendapatkan harga terjangkau serta menjaga stabilitas harga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Harga cabai rawit di Makassar naik hingga Rp70 ribu per kilogram menjelang Idul Fitri, disertai pemantauan langsung oleh Wali Kota untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
  • Who?
    Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama tim pengawasan terpadu Pemerintah Kota Makassar serta para pedagang di Pasar Pabaeng-baeng dan pusat perbelanjaan modern.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Pasar Pabaeng-baeng Kecamatan Tamalate, Hypermart Jalan Boulevard Kecamatan Panakkukang, serta titik pasar murah di beberapa wilayah Kota Makassar.
  • When?
    Sidak dilakukan pada Kamis, 12 Maret 2026, atau delapan hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
  • Why?
    Pemantauan dilakukan untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok dan memastikan pasokan tetap aman bagi masyarakat menjelang Lebaran ketika permintaan biasanya meningkat.
  • How?
    Pemerintah melakukan inspeksi ke pasar tradisional dan ritel modern serta menggelar pasar murah di sembilan titik setiap hari melalui Dinas Ketahanan Pangan sebagai langkah intervensi harga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Pemerintah Kota Makassar memperketat pengawasan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan Lebaran dengan harga yang stabil dan pasokan yang cukup.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pabaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kamis (12/3/2026). Dalam sidak tersebut, ia menyusuri sejumlah lapak pedagang untuk memantau harga serta memastikan stok bahan pokok tetap tersedia.

1. Cabai hingga tomat alami kenaikan harga

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau harga-harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Makassar jelang lebaran, Kamis (12/3/2026). (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Dari hasil pemantauan di Pasar Pabaeng-baeng, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan harga meski masih dinilai dalam batas wajar. Kenaikan cukup signifikan terjadi pada sejumlah bumbu dapur. Harga cabai rawit naik dari Rp50 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram. Sementara cabai keriting meningkat dari Rp15 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.

Selain itu, harga bawang merah juga naik dari Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Kenaikan paling mencolok terjadi pada tomat yang melonjak dari Rp8 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.

Munafri mengatakan secara umum harga bahan pokok masih relatif terkendali meski ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.

“Memang ada beberapa yang mengalami kenaikan, tapi masih dalam tahap yang wajar. Seperti harga ayam misalnya masih relatif normal. Yang kenaikannya cukup tinggi itu cabai merah,” ujarnya usai berdialog dengan pedagang.

2. Aktivitas pasar dinilai masih belum terlalu ramai

Menteri Perdagangan Budi Santoso (kedua kanan) saat meninjau harga bahan pokok dalam kunjungan kerja di Pasar Terong, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (4/3/2026). (ANTARA FOTO/Hasrul Said)

Munafri menilai aktivitas perdagangan di pasar menjelang H-8 Idul Fitri masih belum terlalu padat. Menurutnya, lonjakan pembeli kemungkinan baru akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Melihat kondisi di pasar ini masih agak slow. Di H-8 ini pasar belum terlalu sesak. Tapi secara umum yang terkontrol oleh pemerintah semuanya berjalan sangat baik,” katanya.

Dalam pemantauan tersebut, ia juga menemukan beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan harga, salah satunya kelapa. Penurunan harga ini disebut dipengaruhi oleh melimpahnya pasokan di dalam negeri setelah adanya kebijakan larangan ekspor.

Sementara untuk komoditas lain seperti bawang, kenaikan harga dinilai masih dalam batas toleransi karena permintaan masyarakat menjelang Lebaran diperkirakan akan meningkat.

Setelah memantau kondisi di pasar tradisional, Munafri bersama tim pengawasan terpadu Pemkot Makassar melanjutkan sidak ke pusat perbelanjaan modern. Lokasi yang dikunjungi adalah Hypermart di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakkukang. Rombongan juga meninjau salah satu titik pasar murah di Kantor Lurah Panaikang.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga, baik di pasar tradisional maupun ritel modern menjelang Idul Fitri.

3. Pemkot Makassar gelar pasar murah di sembilan titik

Gerakan Pangan Murah di Perumahan Pesona Taman Dahlia, Jalan Dahlia, Makassar, Rabu (11/3/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kota Makassar juga menggencarkan program pasar murah melalui Dinas Ketahanan Pangan.

Munafri mengatakan pasar murah digelar setiap hari di sembilan titik berbeda di berbagai wilayah Kota Makassar.

“Kami gelar pasar murah di sembilan titik setiap hari untuk memastikan masyarakat punya alternatif harga yang bisa menjadi acuan. Ini juga menjadi cara pemerintah mengintervensi pasar agar harga tidak melonjak,” jelasnya.

Ia berharap program tersebut bisa membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjadi instrumen pengendalian harga di pasaran.

Editorial Team