Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga BBM Non-Subsidi Pertamina di Sulawesi Naik per 1 Maret 2026
Ilustrasi suasana pembelian BBM di SPBU Pertamina. (Dok Pertamina)
  • Pertamina resmi menaikkan harga BBM non-subsidi di seluruh wilayah Sulawesi mulai 1 Maret 2026, setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan pada periode Februari.
  • Penyesuaian harga dilakukan berdasarkan tren harga minyak mentah dunia (ICP), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta regulasi pemerintah melalui Kepmen ESDM terbaru.
  • Kenaikan berlaku untuk Pertamax Series dan Dex Series, sementara harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap tidak berubah di seluruh SPBU Sulawesi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi Pertamina di seluruh wilayah Sulawesi mengalami kenaikan yang mulai diberlakukan secara serentak.
  • Who?
    PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga menetapkan penyesuaian harga BBM non-subsidi di enam provinsi Pulau Sulawesi.
  • Where?
    Kenaikan harga berlaku di seluruh SPBU Pertamina yang beroperasi di enam provinsi Pulau Sulawesi, yaitu Sulsel, Sulut, Sulteng, Sultra, Gorontalo, dan Sulbar.
  • When?
    Kebijakan penyesuaian harga ini mulai berlaku pada tanggal 1 Maret 2026 setelah periode Februari sebelumnya sempat mengalami penurunan harga.
  • Why?
    Kenaikan dilakukan karena mengikuti tren rata-rata harga minyak mentah dunia (ICP), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta regulasi pemerintah melalui Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
  • How?
    Pertamina menyesuaikan tarif untuk produk Pertamax Series dan Dex Series dengan kenaikan antara Rp500 hingga Rp1.000 per liter, sementara harga BBM bersubsidi tetap tidak berubah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Kabar terbaru bagi masyarakat pengguna kendaraan di Pulau Sulawesi. PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku mulai 1 Maret 2026. Berbeda dengan periode Februari lalu yang sempat mengalami penurunan, kali ini harga sejumlah jenis BBM berkualitas di seluruh wilayah Sulawesi mengalami kenaikan.

Penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan kebijakan rutin Pertamina yang mengacu pada tren harga rata-rata minyak mentah dunia (Indonesian Crude Price/ICP) serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Langkah ini juga merujuk pada regulasi pemerintah dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.

Meskipun terdapat kenaikan pada lini produk Pertamax Series dan Dex Series, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite (Rp10.000/liter) dan Biosolar (Rp6.800/liter) dipastikan tetap dan tidak mengalami perubahan.

Daftar Harga BBM Non-Subsidi Pertamina di Pulau Sulawesi

Berikut rincian harga baru yang berlaku mulai 1 Maret 2026 di enam provinsi di Pulau Sulawesi (Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat):

  • Pertamax: Rp12.600/liter (naik dari sebelumnya Rp12.100)

  • Pertamax Turbo: Rp13.350/liter (naik dari sebelumnya Rp13.000)

  • Dexlite: Rp14.500/liter (naik dari sebelumnya Rp13.550)

  • Pertamina Dex: Rp14.800/liter (naik dari sebelumnya Rp13.800)

Kenaikan harga ini berlaku serentak di seluruh SPBU Pertamina yang tersebar di enam provinsi wilayah Sulawesi.

Editorial Team