Kepala Dinas P3APPKB Sulsel, DR.dr. Hj. Fitriah Zainuddin, M.Kes. IDN Times/Sahrul Ramadan
Lebih lanjut, pengalaman berharganya untuk menempuh jenjang karier dalam bidang pemerintahan hingga saat ini tidak terlepas dari satu sosok paling berpengaruh dalam kehidupannya. Sosok itu adalah ibunya. Fitriah kecil hingga dewasa dididik dengan pola yang mengedepankan nilai-nilai edukasi hinggga pendekatan humanistik kepada orang lain.
"Jadi ibu saya memang paling berjasa, paling berpengaruh dalam setiap kehidupan saya. Beliau juga adalah dosen di Unhas kemudian juga sekaligus sebagai mubalig (pendakwah). Jadi saya betul-betul menerapkan nilai-nilai didik ibu saya. Faktor genetik dari ibu saya yang sangat tercermin di dalam diri saya," imbuhnya.
Selain itu, Fitriah juga menikmati profesi lainnya sebagai pendakwah dari masjid ke masjid. Ia bahkan pernah berdakwah di Masjid Al Markaz, Kota Makassar. Di sana, Fitriah memberi pencerahan kepada masyarakat, khususnya perempuan. Sebagian besar aktivitas dakwahnya dilakukan di lingkungan kerjanya. Memberi masukan pada jajarannya agar mampu bekerja secara loyal, maksimal, serta kreatif.
Di sisi lain, untuk mempelajari semua karakter dalam proses penciptaan manusia menurut Fitriah, diperoleh lewat pengalaman menjelajahi setiap tempat yang ada. Travelling bagi Fitriah menjadi salah satu wadah untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dengan berkeliling, selain menambah pengalaman, juga dia jadikan sebagai pengalaman baru dalam setiap sisi kehidupannya.
"Karena dengan itu kita banyak mengenali sosok orang lain, belajar mengenal orang lain dengan watak yang berbeda-beda. Banyak pengalaman di sana. Mengenal orang dari berbagai negara," ujar Fitriah.
Dengan begitu kita bisa lebih mensyukuri bahwa sang pencipta itu sangat mulia. Menyadari begitu indahnya perbedaan dan kita harus mensyukuri keindahan itu," pungkasnya.