Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Geng Motor Brutal Teror Kota Makassar, Satu Warga Dibacok
Kawanan geng motor terekam CCTV menyerang warga di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, pada Senin, 20 April 2026 dini hari / Dok. CCTV Warga
  • Kelompok geng motor melakukan penyerangan brutal di Makassar pada dini hari, menyebabkan satu warga luka parah dan terekam dalam video yang viral di media sosial.
  • Pelaku membawa senjata tajam seperti anak panah dan parang, menyerang warga secara acak di beberapa lokasi termasuk Jalan AP Pettarani dan Jalan Urip Sumoharjo.
  • Polisi mengevakuasi korban ke rumah sakit serta memburu para pelaku dengan mengumpulkan bukti dari lokasi kejadian dan laporan keluarga korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Teror geng motor kembali menghantui warga Kota Makassar. Sekelompok pelaku melakukan penyerangan brutal secara acak di jalanan pada dini hari, menyebabkan satu orang terluka parah hingga tak sadarkan diri.

Aksi tersebut terekam dalam video warga dan CCTV, lalu menyebar luas di media sosial. Peristiwa pertama disebut terjadi di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, pada Senin, 20 April 2026 sekitar pukul 03.00 Wita.

1. Bawa anak panah dan parang

Pria diduga korban penyerangan geng motor saat dirawat di rumah sakit / Dok. Polrestabes Makassar

Dalam rekaman, suasana tampak mencekam. Sekelompok orang yang diduga geng motor bergerak beringas di tengah jalan, menyerang warga dengan senjata tajam berupa anak panah busur dan parang.

Warga di sekitar lokasi sempat melakukan perlawanan, sehingga bentrokan tak terhindarkan dan berubah menjadi aksi tawuran di jalan raya. Situasi yang memanas itu tak berlangsung lama. Kelompok penyerang kemudian melarikan diri dari lokasi.

Diduga tidak berhenti di situ, kelompok yang sama kembali beraksi di lokasi lain. Penyerangan berikutnya dilaporkan terjadi di Jalan Urip Sumoharjo, wilayah Panaikang, Kecamatan Panakkukang.

2. Korban berpapasam dengan pelaku

Kawanan geng motor terekam kamera pengendara menyerang warga di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, pada Senin, 20 April 2026 dini hari / Dok. Warga

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Uji Mughni menyebut kelompok geng motor tersebut diduga bergerak berkeliling dari satu lokasi ke lokasi lain sebelum akhirnya melanjutkan aksinya ke wilayah jalan Urip Sumoharjo.

"Jadi mungkin geng motor yang di Pettarani mutar-mutar. Lanjut ke (Jl) Urip dan dia berpapasan dengan salah satu korban," ucapnya, Selasa (21/4/2026).

Saat berada di Jalan Urip Sumoharjo, para pelaku berpapasan dengan korban dan langsung melakukan pengancaman hingga menyebabkan korban terjatuh. Korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah Jalan Angkasa, namun akhirnya tumbang dan tak sadarkan diri akibat luka yang diderita.

"Dia ancam di situ sampai korban jatuh, dia lari ke jalan Angkasa depan Panaikang, di situ dia (korban) tidak sadarkan diri," bebernya.

3. Polisi kejar para pelaku

Kawanan geng motor terekam CCTV menyerang warga di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, pada Senin, 20 April 2026 dini hari / Dok. CCTV Warga

Korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh. Polisi segera mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Daya untuk penanganan lebih lanjut.

"Satu, tapi lukanya banyak. Korban di Bhayangkara, tapi korban memerlukan tindakan lanjut, dirujuk ke (RSUD) Daya," lanjutnya.

Dalam penanganan kasus ini, polisi juga mengambil langkah proaktif dengan mendatangi korban dan keluarganya untuk memastikan laporan resmi tetap dibuat.

"Kami yang jemput bola dalam artian keluarganya tidak bisa ke kantor. Jadi kita tadi ke Bhayangkara. Langsung kami buatkan LP, karena salah satu kendaraan yang teridentifikasi," ujarnya.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku. Perburuan terhadap kelompok geng motor tersebut juga terus dilakukan.

"Masih didalami, tetapi saya berbicara di sini kejadian itu di Urip, bukan di Pettarani, tapi mirip. Masih di Panakkukang," tutupnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team