Makassar, IDN Times - Antre seolah menjadi tambahan aktivitas rakyat, terutama ibu rumah tangga. Kali ini, masyarakat harus mengular jauh hingga ke belakang untuk memperoleh minyak goreng. Kelangkaan salah satu komoditas primer tersebut amat mencekik kelas menengah ke bawah. Maka pemandangan antrian lazim ditemui selama dua pekan terakhir, termasuk di Pulau Sulawesi.
Harga minyak goreng memang meroket antara dua hingga tiga kali lipat. Laporan ANTARA pada Selasa kemarin, 15 Maret 2022, menyebut bahwa banderolnya di sejumlah pasar tradisional Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mencapai Rp70 ribu per liter. Alhasil masyarakat cuma dihadapkan pada dua pilihan: merogoh kocek dalam-dalam, atau mengantre berjam-jam.
Berikut IDN Times menghimpun foto suasana antrean pasar murah minyak goreng di Sungguminasa, Kendari dan Palu, dari kantor berita ANTARA.