Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
monyet tonkean
monyet tonkean (LefrereReynou, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Indonesia memang gudangnya keanekaragaman hayati yang bikin kita berdecak kagum. Di belantara hutan Sulawesi Tengah dan Kepulauan Togian, hidup satu spesies primata yang memesona, monyet tonkean namanya. Satwa dengan nama latin Macaca tonkeana ini bukan sekadar monyet biasa, lho. Mereka punya keunikan yang membuatnya spesial di antara kerabat primata lainnya.

Kehidupan monyet tonkean di habitat aslinya menunjukkan betapa kaya dan kompleksnya alam kita. Dari cara mereka berinteraksi satu sama lain hingga adaptasinya terhadap lingkungan yang terus berubah, ada banyak pelajaran yang bisa kita petik. Sayangnya, keberadaan mereka kini menghadapi ancaman serius akibat hilangnya habitat. Yuk, kita kenalan lebih jauh dengan primata eksotis yang satu ini.

1. Monyet tonkean adalah satwa asli Sulawesi

ilustrasi hutan (pixabay.com/LUM3N)

Spesies ini merupakan satwa endemik, sebuah istilah untuk menyebut spesies yang hanya bisa ditemukan di satu wilayah geografis tertentu dan tidak ada di tempat lain di dunia. Dilansir Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB, monyet tonkean hanya menghuni hutan-hutan di bagian tengah Sulawesi dan Kepulauan Togian. Mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem unik di pulau tersebut.

Sebagai hewan endemik, keberadaan monyet tonkean sangat bergantung pada kelestarian habitatnya di Sulawesi. Mereka biasanya hidup di hutan hujan tropis, dari dataran rendah hingga ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Keunikan ini membuat mereka menjadi 'harta karun' biologis Indonesia yang wajib kita jaga bersama agar tidak punah dan tetap lestari.

2. Punya struktur sosial yang cinta damai dan minim konflik

monyet tonkean (Janekvorik~commonswiki, Public Domain, via Wikimedia Commons)

Kalau kamu membayangkan kelompok monyet itu penuh dengan perebutan kekuasaan yang sengit, Monyet Tonkean bakal mengubah pandanganmu. Mereka dikenal memiliki struktur sosial yang relatif damai dan egaliter. Menurut Animalia, kelompok monyet tonkean sangat menjaga keharmonisan dan punya mekanisme penyelesaian konflik yang mengagumkan.

Ketika ada dua individu yang mulai berselisih, sering kali ada individu ketiga yang datang untuk menengahi dan mendamaikan. Meskipun tetap ada hierarki yang dipimpin oleh beberapa betina senior, tatanannya lebih santai dibandingkan spesies makaka lainnya. Sifat cinta damai ini membuat kehidupan sosial mereka lebih stabil, meski uniknya, sifat damai ini tidak berlaku jika mereka bertemu kelompok monyet tonkean lain.

3. Jago makan buah-buahan dan membantu menyebar biji di hutan

monyet tonkean (Thomas Bresson, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Monyet tonkean adalah seorang frugivora, alias pemakan buah-buahan. PSSP IPB menyebutkan, sekitar 57% dari menu makanan mereka adalah buah, terutama buah ara. Sisanya adalah dedaunan, pucuk bambu, biji-bijian, serangga, dan bahkan beberapa invertebrata kecil lainnya untuk melengkapi nutrisi mereka.

Kebiasaan makan buah ini ternyata punya peran ekologis yang sangat penting, lho. Saat memakan buah, mereka sering kali tidak menghancurkan bijinya. Biji-biji ini kemudian ikut terbawa dalam perjalanan mereka dan keluar bersama kotoran di lokasi yang berbeda. Proses ini, dilansir dari Animalia.bio, menjadikan mereka sebagai salah satu penyebar biji paling efektif di hutan, membantu regenerasi dan menjaga kesehatan ekosistem hutan Sulawesi.

4. Mampu beradaptasi di lingkungan yang terganggu oleh manusia

monyet tonkean (LefrereReynou, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Dunia terus berubah, dan sayangnya banyak habitat alami yang rusak karena aktivitas manusia. Namun, monyet tonkean menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Primatology meneliti perilaku dua kelompok monyet ini di Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi. Hasilnya menunjukkan bahwa monyet yang hidup di habitat yang lebih terganggu oleh manusia mengubah perilakunya untuk bertahan hidup.

Kelompok di area yang terganggu lebih banyak menghabiskan waktu di darat untuk mencari makan di area kebun atau pertanian warga. Mereka juga secara intensif memanfaatkan area-area tertentu di wilayah jelajahnya di mana sumber daya makanan lebih mudah diprediksi. Fleksibilitas ekologis ini menunjukkan betapa cerdasnya mereka, meski ini juga menjadi tanda bahwa habitat alami mereka semakin terdesak.

5. Penampilannya gagah dengan bulu gelap yang khas

monyet tonkean (Thomas Bresson, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Monyet tonkean punya penampilan fisik yang cukup gagah dan mudah dikenali. Mereka termasuk salah satu makaka berbadan besar, dengan tubuh kekar dan lengan yang kuat. Menurut PSSP IPB, berat jantan dewasa bisa mencapai 14,9 kg, sementara betinanya sekitar 9 kg. Bulu mereka didominasi warna hitam atau cokelat gelap pekat, dengan area pipi dan bagian pantat yang berwarna lebih terang atau keabu-abuan.

Salah satu ciri khasnya adalah moncong yang agak panjang dan ekor yang sangat pendek, nyaris tidak terlihat. Penampilan yang tampak seperti kera ini membuat mereka terlihat tangguh saat beraktivitas, baik saat memanjat dan berayun di pepohonan maupun saat berjalan di daratan. Kombinasi fisik dan warna ini membantu mereka berkamuflase di lingkungan hutan yang lebat.

6. Statusnya rentan dan terancam oleh perusakan habitat

ilustrasi kebun kelapa sawit (pexels.com/Tom Fisk)

Di balik semua keunikannya, masa depan monyet tonkean berada di ujung tanduk. International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah mengklasifikasikan spesies ini dalam status Vulnerable atau Rentan. Ancaman terbesar datang dari hilangnya habitat mereka secara masif akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, kakao, dan area pemukiman.

Selain itu, dilansir Animalia, mereka juga sering dianggap sebagai hama pertanian sehingga kerap diracun atau diburu. Perburuan untuk dijadikan hewan peliharaan atau dikonsumsi juga turut memperparah kondisi populasi mereka di alam liar. Tanpa upaya konservasi yang serius dari kita semua, primata cinta damai asli Sulawesi ini bisa benar-benar hilang selamanya.

Keenam fakta ini menunjukkan bahwa monyet tonkean adalah satwa yang luar biasa dengan peran penting bagi ekosistemnya. Melindungi mereka berarti kita juga turut menjaga keseimbangan dan kekayaan alam Indonesia untuk generasi mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team