Ilustrasi pelabuhan. (Dok. Kemenhub)
Sementara itu, Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono mengaku pihaknya menghadirkan Proyek Strategis Nasional (PSN) Makassar New Port guna mendukung upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah timur Indonesia.
Pembangunan MNP tahap 1A, 1B, dan 1C ini menyerap investasi senilai Rp5,4 triliun, dan masih berlanjut dengan pengadaan peralatan bongkar muat, penambahan fasilitas dan pengembangan MNP tahap 1D dilakukan bertahap sesuai kebutuhan pasar, dengan anggaran investasi hingga Rp10 triliun.
Adapun fasilitas yang ada di mega proyek MNP saat ini yaitu 6 unit Container Crane (CC), 16 unit Rubber Tyred Gantry (RTG), 2 unit Reach Stacker (RS), 15 unit Terminal Tractor, 1 unit Forklift 2 ton dan 392 unit Reefer Plug. Keseluruhan alat telah mendukung program green port atau terelektrifikasi telah menggunakan listrik.
"MNP juga telah dilengkapi dengan Integrated Planning dan Control Room (PnC), sebuah langkah inovatif untuk memantau dan mengontrol layanan kapal, terminal, peti kemas, dan logistik secara terpusat. Transformasi ini bertujuan meningkatkan efisiensi layanan dan mendukung daya saing logistik nasional dengan cakupan pengawasannya yang tidak hanya terbatas di Makassar, namun juga mencakup wilayah lain seperti Kendari, Balikpapan, hingga Maluku dan Papua," tambah Arif Suhartono.
Dengan pelayanan 24/7 atau 24 jam selama 7 hari, kehadiran MNP yang nantinya akan terintegrasi dengan sebuah kawasan industri berskala besar, dan juga rel kereta api yang menghubungkan kota-kota di Sulawesi ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia secara luas.