Polres Gowa merilis kasus pembuatan dan peredaran uang palsu yang melibatkan oknum pegawai UIN Alauddin Makassar. ANTARA FOTO/Arnas Padda
Dalam kesaksiannya, Sugito juga membeberkan pernah melihat mesin cetak di rumah Annar. Namun, mesin itu disebutnya disiapkan untuk mencetak alat peraga kampanye saat Annar berencana maju sebagai calon gubernur.
"Pernah, saat itu dipanggil sama Pak Annar waktu beliau mau mencalonkan gubernur. Dia siapkan mesin untuk percetakan alat peraga pemilu. Belum pernah digunakan karena masih dalam peti, ada papannya. Ada yang menutupi juga," jelasnya.
Sugito menegaskan, kunjungannya ke rumah Annar bukan hanya karena tugas sebagai polisi, tetapi juga karena kedekatan pribadi mereka. "Di samping tugas, juga karena kedekatan," kata Sugito.
Sugito juga mengaku baru mengetahui kasus uang palsu yang menjerat Annar dari kabar warga sekitar yang menyebut ada penggerebekan di rumah sahabatnya itu. Saat ia mendatangi lokasi, penggerebekan sudah selesai.
"Jadi saya mengetahui dari warga bahwa ada penggerebekan di rumahnya beliau. Saya ke sana tapi sudah tidak ada (petugas)," ujarnya.
Ia menambahkan, saat penggerebekan dilakukan oleh Polres Gowa, dirinya masih menjabat sebagai Wakapolsek Tallo, namun tetap tidak mendapat pemberitahuan resmi. "Tidak ada pemberitahuan saat anggota Polres Gowa melakukan penggerebekan. Saya saat itu Wakapolsek Tallo," tutup Sugito.