Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20251128-WA0362.jpg
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Makassar, Jumat (28/11/2025). (Dok. BI Sulsel)

Makassar, IDN Times - Kinerja ekonomi Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang tetap solid. Kondisi ini tercapai meski provinsi menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang tinggi.

Hal ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (KPwBI Sulsel), Wahyu Purnama A, dalam kegiatan Apresiasi Pertemuan Tahunan Bank Indonesia  Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Makassar, Jumat (28/11/2025) malam. 

"Pada triwulan III 2025, ekonomi Sulsel tumbuh 5,01 persen (yoy), dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 5,25 persen. Kondisi ini menunjukkan ketahanan ekonomi Sulawesi Selatan yang tetap baik dan kuat dalam meminimalkan dampak negatif rambatan risiko perekonomian global," kata Wahyu.

1. Didukung kinerja sektor konsumsi, investasi, dan ekspor

ilustrasi konsumsi rumah tangga (freepik.com)

Pertumbuhan ekonomi ini didukung kinerja yang kuat dari sektor domestik. Selain itu, kontribusi dari sisi eksternal juga turut memperkuat pertumbuhan.

Konsumsi rumah tangga juga tercatat mengalami pertumbuhan yang kuat dan tetap menjadi kontributor terbesar bagi perekonomian. Pertumbuhan ini seiring dengan tingginya keyakinan konsumen serta penyelenggaraan event dan festival yang cukup masif pada Triwulan III 2025.

"Investasi fisik, baik bangunan maupun non-bangunan juga mengalami peningkatan dan dari sisi eksternal, kinerja ekspor tetap bertahan se jalan permintaan negara mitra dagang yang masih positif," lanjut Wahyu. 

2. Kontribusi lapangan usaha sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan

Ilustrasi pertanian (IDN Times/Ayu Afria)

Secara sektoral, tiga lapangan usaha memberikan kontribusi tinggi dalam menjaga perekonomian Sulawesi Selatan. Ketiga sektor tersebut adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan.

Produksi padi dan perikanan mengalami peningkatan yang signifikan, didukung oleh cuaca yang kondusif. Upaya pemerintah yang masif untuk mewujudkan swasembada pangan juga turut mendorong kinerja positif bagi lapangan usaha pertanian.

"LU perdagangan dapat tumbuh positif karena didukung oleh daya beli masyarakat yang semakin membaik. Sedangkan Industri Pengolahan tetap ter jaga sejalan dengan kinerja industri makanan dan minuman yang meningkat seiring kinerja positif di LU Pertanian," kata Wahyu.

3. Didukung inflasi terkendali dan tetap di kisaran target

ilustrasi inflasi (IDN Times/Aditya Pratama)

Wahyu juga menyampaikan kinerja positif ekonomi ini didukung inflasi yang tetap berada dalam kisaran target, yaitu 2,5±1 persen. Pada Oktober 2025, inflasi tercatat sebesar 2,98 persen (yoy) yang menunjukkan harga-harga relatif terkendali.

"Meskipun masih terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti emas perhiasan, sigaret kretek mesin, dan ikan laut, namun harga sejumlah komoditas pangan strategis seperti cabai rawit, tomat, beras, dan cabai merah mampu dikendalikan dengan baik," kata Wahyu. 

Program Mini Distribution Centre juga dinilai telah berhasil diperluas di delapan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Daerah-daerah tersebut meliputi Makassar, Parepare, Bulukumba, Maros, Takalar, Palopo, Tana Toraja, dan Bone.

4. BI dan Pemprov Sulsel sinergi jaga stabilitas ekonomi

Ilustrasi ekonomi. (IDN Times/Mia Amalia)

Untuk menjaga stabilitas ekonomi, Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Sinergi ini juga melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulsel melalui berbagai program strategis guna mendorong pertumbuhan.

"Sinergi BI, Pemprov, dan TPID se-Provinsi Sulsel diwujudkan melalui kolaborasi strategis pengendalian inflasi, seperti Rapat Koordinasi dan Capacity Building TPID dan Neraca Pangan SIGAP SULTAN," jelas Wahyu. 

Selain itu, promosi investasi menjadi fokus utama Bank Indonesia di Sulawesi Selatan. Melalui Forum PINISI SULTAN, kegiatan South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) berhasil menyeleksi dan mempromosikan 18 proyek clean and clear dari 16 kabupaten/kota.

"Bulan Oktober 2025, South Sulawesi Investment Forum (SSIF) juga telah dilaksanakan dengan menghadirkan calon investor dari dalam maupun luar negeri. Tercatat 23 proyek strategis dipromosikan dengan total nilai potensi investasi mencapai Rp7,90 triliun," kata Wahyu.

Editorial Team