Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (IDN Times/Aditya Pratama)

Makassar, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan melaporkan kinerja perekonomian daerah yang tetap tumbuh sepanjang tahun 2025 di tengah dinamika dan tekanan ekonomi global. Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) Nomor 12/02/73/Th. XXX yang dirilis Kamis (5/2/2026), ekonomi Sulawesi Selatan pada tahun 2025 tumbuh 5,43 persen secara kumulatif (c-to-c), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang sebesar 5,02 persen.

Secara nilai, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Selatan atas dasar harga berlaku (ADHB) sepanjang 2025 mencapai Rp753,08 triliun, sementara PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 tercatat sebesar Rp417,63 triliun. Capaian ini menunjukkan peningkatan nilai tambah ekonomi daerah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

1. Pertumbuhan ekonomi 2025 ditopang sektor jasa dan pertanian

Ilustrasi pertanian (IDN Times/Ayu Afria)

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tahun 2025 terjadi di hampir seluruh lapangan usaha. Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,80 persen, diikuti Jasa Keuangan dan Asuransi yang tumbuh 8,87 persen, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 7,79 persen.

Sementara itu, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki peran dominan dalam struktur ekonomi Sulawesi Selatan tetap menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 7,06 persen sepanjang 2025. Sektor ini juga menjadi penyumbang terbesar PDRB Sulsel dengan kontribusi 19,30 persen, disusul sektor Konstruksi sebesar 15,09 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 15,00 persen.

Pada periode Triwulan IV-2025, perekonomian Sulawesi Selatan tercatat tumbuh 5,99 persen secara tahunan (y-on-y) dibandingkan Triwulan IV-2024. Dari sisi produksi, Jasa Keuangan dan Asuransi menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 14,66 persen, diikuti Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 10,32 persen, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,93 persen.

Namun demikian, secara triwulanan (q-to-q), ekonomi Sulawesi Selatan pada Triwulan IV-2025 mengalami kontraksi 0,42 persen dibandingkan Triwulan III-2025. Kontraksi terdalam terjadi pada sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang turun 20,74 persen, seiring faktor musiman. Selain itu, Pengadaan Listrik dan Gas terkontraksi 0,09 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran turun 0,07 persen.

2. Dari sisi pengeluaran, ekspor tumbuh tertinggi sepanjang 2025

Ilustrasi bps IDN Times/Hana Adi Perdana

Dari sisi pengeluaran, BPS mencatat bahwa sepanjang tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan paling tinggi ditopang oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh 5,85 persen. Selain itu, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh 4,69 persen, serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) meningkat 4,45 persen.

Sementara itu, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah secara kumulatif mengalami kontraksi 1,01 persen sepanjang 2025. Meski demikian, pada Triwulan IV-2025, konsumsi pemerintah justru mencatat pertumbuhan signifikan secara q-to-q sebesar 36,10 persen, menunjukkan akselerasi belanja pemerintah di akhir tahun.

3. Pemprov Sulsel sebut kebijakan strategis dan infrastruktur berperan

ilustrasi infrastruktur logistik (IDN Times/Bagus F)

Menanggapi capaian pertumbuhan ekonomi tersebut, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Syamsul S., menyebut capaian ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis pemerintah daerah di tengah tekanan ekonomi global yang tinggi dan tidak menentu.

“Di tengah kondisi dan tekanan ekonomi global yang tinggi dan tak menentu, berbagai program dan kebijakan strategis Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, terus diimplementasikan,” ujar Syamsul.

Ia menambahkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting penggerak ekonomi daerah, terutama dalam mendukung aktivitas produksi dan distribusi barang dan jasa.

“Peningkatan infrastruktur jalan, jembatan, dan berbagai infrastruktur lainnya terus dipacu untuk mendorong produktivitas berbagai lapangan usaha di Sulawesi Selatan,” lanjutnya.

Editorial Team