Ilustrasi pertanian (IDN Times/Ayu Afria)
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tahun 2025 terjadi di hampir seluruh lapangan usaha. Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,80 persen, diikuti Jasa Keuangan dan Asuransi yang tumbuh 8,87 persen, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 7,79 persen.
Sementara itu, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki peran dominan dalam struktur ekonomi Sulawesi Selatan tetap menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 7,06 persen sepanjang 2025. Sektor ini juga menjadi penyumbang terbesar PDRB Sulsel dengan kontribusi 19,30 persen, disusul sektor Konstruksi sebesar 15,09 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 15,00 persen.
Pada periode Triwulan IV-2025, perekonomian Sulawesi Selatan tercatat tumbuh 5,99 persen secara tahunan (y-on-y) dibandingkan Triwulan IV-2024. Dari sisi produksi, Jasa Keuangan dan Asuransi menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 14,66 persen, diikuti Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 10,32 persen, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,93 persen.
Namun demikian, secara triwulanan (q-to-q), ekonomi Sulawesi Selatan pada Triwulan IV-2025 mengalami kontraksi 0,42 persen dibandingkan Triwulan III-2025. Kontraksi terdalam terjadi pada sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang turun 20,74 persen, seiring faktor musiman. Selain itu, Pengadaan Listrik dan Gas terkontraksi 0,09 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran turun 0,07 persen.