Makassar, IDN Times - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar terus menerima laporan kekerasan. Di balik meningkatnya jumlah pengaduan kasus perempuan dan anak, Kepala Dinas DP3A Makassar, Ita Anwar, justru melihat perubahan lain mulai tumbuh di tengah masyarakat yakni keberanian untuk bicara.
Menurut Ita, tingginya angka laporan bukan menandakan Kota Makassar dalam kondisi tidak aman. Situasi itu disebut lebih menunjukkan masyarakat mulai terbuka dan berani melapor ketika mengalami atau mengetahui kasus kekerasan.
"Kita punya kasus tinggi, bukan berarti Makassar lagi tidak baik-baik saja. Tetapi mungkin selama ini fenomena gunung es, kasus banyak tapi mereka tidak berani bicara, tidak berani melapor,” kata Ita, Jumat (15/5/2026).
Sepanjang 2025, DP3A Kota Makassar mencatat 1.222 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jumlah itu meningkat dibandingkan 520 kasus pada 2024. Korban anak mendominasi sebanyak 762 kasus atau 62 persen, sedangkan korban dewasa tercatat 460 kasus atau 38 persen.
