Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DLH Klaim Proyek PSEL Makassar Tidak Cemari Lingkungan, Benarkah?
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Ferdy Mochtar. (IDN Times/Asrhawi Muin)
  • Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar klaim proyek PSEL tidak mencemari lingkungan berkat AMDAL
  • PSEL Makassar akan beroperasi dengan teknologi mutakhir dan limbahnya bisa dimanfaatkan kembali
  • Proyek PSEL Makassar akan menghasilkan 15.200 ton abu terbang per tahun, namun telah dipertimbangkan antisipasi dampaknya
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar mengklaim proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tidak akan mencemari lingkungan. Pasalnya, pembangunan proyek itu telah mempertimbangkan Analisis Masalah Dampak Lingkungan (AMDAL).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Ferdy Mochtar, menanggapi kemungkinan dampak dari proyek tersebut nantinya, termasuk abu terbang yang dihasilkan PSEL ketika beroperasi nanti.

"Itu semua akan dibahas secara teknis dalam pembahasan AMDAL-nya. Yang jelas bahwa ketika beroperasi, proyek PSEL ini baik sistem play as dan bottom-up nya, tidak mencemari lingkungan dan beberapa dari sisi proses bottom-up-nya itu bisa bernilai ekonomis yang sangat bagus," kat Ferdy, Minggu (11/8/2024).

1. Beroperasi dengan teknologi mutakhir

TPA Tamangapa, Antang, Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan.

Ferdy menjelaskan PSEL Makassar akan beroperasi dengan teknologi mutakhir sehingga limbah yang dihasilkan dari proses pembakaran ini bisa berfungsi kembali. Misalnya bisa dijadikan semacam paving block.

Selain itu, bisa juga digunakan untuk potensi baru misalnya ada wilayah-wilayah yang membutuhkan penimbunan atau reklamasi pantai. Di Singapura, kata Ferdy, bahkan dijadikan satu pulau.

"Itu teknologi-teknologi kita akan kembangkan di Makassar dan bagian menjadi titik konsen ketika proyek PSEL ini akan berjalan," kata Ferdy.

2. Dipastikan aman karena direncanakan dengan ketat

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Putri Cempo Surakarta, Jawa Tengah. (dok. PLN UID Jateng dan DIY)

Proyek PSEL Makassar juga telah melalui uji kelayakan dan hanya menunggu jadwal untuk groundbreking tahun ini. Dengan begitu, Ferdy meyakini proyek ini sudah pasti aman ke depannya. Sebab, proyek ini tidak dibuat asal-asalan dan sangat mengedepankan AMDAL.

"Pasti (aman), rekomendasi AMDAL-nya sangat ketat untuk proses pelaksanaan ini," kata Ferdy.

3. PSEL bakal hasilkan 15.200 ton abu per tahun

TPA Tamangapa, Antang, Makassar. IDN Times/Sahrul Ramadan.

Sementara itu, Konsultan PT Sarana Utama Synergy (SUS) selaku pemenang tender proyek PSEL, Ramdan, menyampaikan bahwa PSEL Makassar akan menghasilkan 15.200 ton abu terbang per tahun. Abu terbang yang dihasilkan itu berdasarkan 2 unit sistem stabilitas, dari pemrosesan 1.300 ton sampah kota Makassar yang diolah, dengan daya tampung pembakaran PSEL sebesar 650 ton.

"Kapasitas pemrosesan 7 ton per jam abu terbang, beroperasi selama 6 - 7 jam per hari," katanya.

Abu terbang yang dibuang dari insinerator sampah, kata Ramdan, akan ditangkap oleh peralatan penyaringan gas buang seperti bag filter atau kantong penyaring. Dia menegaskan pihaknya tentu telah mempertimbangkan hal ini sehingga langsung mengantisipasi.

"Tentu kita sudah melakukan upaya antisipasi dini," ujarnya.

Editorial Team