Makassar, IDN Times - Kawasan kitesurfing atau selancar layang yang menjadi salah satu destinasi wisata di Sulawesi Selatan (Sulsel) akan ditutup permanen pada September 2022. Penutupan ini menyusul polemik antara pengelola dengan petani rumput laut setempat.
Manager dan Kitesurfing Instruktur di Batikite Resort, Muhammad Alfarouq, mengatakan tidak akan ada lagi aktivitas atau kegiatan operasional di kawasan tersebut. Bahkan tamu lokal asal Makassar yang hendak menghabiskan akhir pekan pun juga tidak bisa beraktivitas di sana karena lokasinya dipenuhi rumput laut.
"Tidak ada lagi aktivitas, kami sama sekali closed, tidak terima tamu yang weekend. Kami tidak terima tamu kitesurfing lagi karena rumput laut," kata Alfarouq ketika diwawancarai, Rabu (24/8/2022).
Kawasan kitesurfing itu berlokasi di Kabupaten Jeneponto, tepatnya di Pantai Bungung Pandang, Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala. Lokasi ini diklaim sebagai salah satu kawasan kitesurfing terbaik di dunia. Wisatawan asing bahkan datang ke sana untuk menjajal olahraga kitesurfing di sana.
Selama bulan Juli 2022 ini, puluhan wisatawan mengurungkan niatnya. Mereka merasa terancam dengan banyaknya bentangan tali rumput laut di atas areal yang seharusnya digunakan untuk menjajal olahraga tersebut.
"Sampai saat ini, kami kesusahan main kitesurfing karena air laut yang sisa waktu surut sudah penuh rumput laut di permukaan airnya. Sama sekali tidak ada lokasi untuk bisa main kitesurfing dan itu berbahaya untuk tamu kita karena bentang tali yang mengapung di atas permukaan air," katanya.
