Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemain Timnas Suriah, Simon Amin, dalam sesi pemanasan jelang pertandingan Superettan 2025 bersama Orebro SK.
Pemain Timnas Suriah, Simon Amin, dalam sesi pemanasan jelang pertandingan Superettan 2025 bersama Orebro SK. (Instagram.com/oskfotboll)

Makassar, IDN Times - Setelah resmi terbebas dari seluruh sanksi FIFA, manajemen PSM Makassar kini dikabarkan membidik sejumlah pemain baru. Nama gelandang Timnas Suriah, Simon Amin, mendadak mencuat dan dikaitkan dengan tim asuhan Tomas Trucha tersebut.

Rumor ini menguat setelah klub kasta kedua Swedia, Örebro SK (ÖSK), secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Simon Amin pada Selasa (20/1/2026) kemarin. Simon hengkang setelah kontrak jangka pendeknya berakhir. Berstatus bebas transfer, pemain berusia 28 tahun ini menjadi komoditas panas yang berpotensi didatangkan PSM tanpa biaya transfer sepeser pun.

1. Simon Amin catatkan 9 penampilan bersama Örebro SK di putaran kedua musim 2025

Pemain Timnas Suriah, Simon Amin, dalam salah satu pertandingan Superettan 2025 bersama Orebro SK. (Instagram.com/oskfotboll)

Sempat memperkuat Örebro SK pada 2018-2021, Simon memilih mudik demi menyelamatkan klub asuhan Patrik Haginge tersebut dari ancaman degradasi Superettan musim 2025. Resmi bergabung pada Agustus 2025, ia bermain sebanyak 9 kali dan menyumbang 1 asis.

Gelandang 28 tahun tersebut membawa Örebro SK finis di peringkat 14 klasemen akhir, dan harus lakoni play-off degradasi melawan tim peringkat tiga Ettan Norra (divisi tiga) yakni Hammarby TFF. Berlangsung dalam format kandang-tandang, ÖSK menang adu penalti dengan skor 5-3, setelah dua laga berakhir dengan agregat 2-2. Simon sendiri tampil di semua laga play-off tersebut.

2. Mendapat apresiasi tinggi dari Enes Ahmetovic, Direktur Olahraga ÖSK

Pemain Timnas Suriah, Simon Amin, dalam salah satu pertandingan Superettan 2025 bersama Orebro SK. (Instagram.com/oskfotboll)

Simon sendiri sempat absen selama 6 laga putaran kedua karena cedera. Beruntung, ia bisa pulih tepat waktu di dua laga penutup sebelum musim 2025 tutup tirai.

"Sejak awal kami sadar bahwa ini adalah kerja sama jangka pendek, dan saya sangat bersyukur kami bisa memilikinya di sini selama waktu tersebut. Dia adalah pesepak bola yang hebat dan pribadi yang luar biasa," ujar Enes Ahmetovic, Direktur Olahraga ÖSK, seperti dilansir oleh situs resmi klub.

"Sekarang dia akan memulai petualangan baru sesuai ambisinya, tapi saya yakin kita akan melihat Simon berseragam hitam-putih lagi suatu saat nanti," sambung Ahmetovic.

3. Berpotensi menjadi rekrutan yang menguntungkan untuk Pasukan Ramang

Pemain Timnas Suriah, Simon Amin, dalam sesi latihan bersama klub Orebro SK pada November 2025. (Instagram.com/oskfotboll)

Simon Amin bukan nama sembarangan di kancah sepak bola Skandinavia. Ia memiliki rekam jejak yang solid yakni catatkan 38 penampilan di Allsvenskan atau kasta tertinggi liga Swedia bersama ÖSK. Selain itu, ia sudah pernah merantau ke Norwegia untuk membela Sandefjord (2023-2025) dan FK Radnički Niš (Januari-Agustus 2025).

Jika jadi direkrut, Simon Amin akan memberi banyak keuntungan untuk PSM. Usianya masih produktif, sehingga bisa menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga stabilitas tim. Terlebih lagi, Juku Eja sedang berupaya memperbaiki posisi di klasemen putaran kedua BRI Super League 2025/2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team