Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dinkes Sulsel Gencarkan Edukasi Masyarakat Terkait Campak
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin. IDN Times/Asrhawi Muin
  • Dinas Kesehatan Sulsel menggencarkan edukasi masyarakat tentang penularan campak dan pentingnya imunisasi, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan kesadaran kesehatan.
  • Pemerintah Provinsi Sulsel menerbitkan surat edaran kewaspadaan campak serta memperkuat layanan dan fasilitas kesehatan, dengan fokus pemantauan di Kota Makassar dan Kabupaten Sinjai.
  • Program Outbreak Response Immunization (ORI) disiapkan sebagai langkah antisipasi KLB campak, bertujuan menekan penyebaran penyakit sekaligus meningkatkan perlindungan anak melalui imunisasi massal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada banyak anak kena campak di Sulawesi Selatan. Bu Evi dari Dinas Kesehatan bilang semua orang harus tahu cara supaya tidak tertular dan pentingnya imunisasi. Sekarang mereka kasih tahu warga, siapin tempat suntik, dan pantau Makassar sama Sinjai. Mereka mau bikin imunisasi bareng biar anak-anak sehat dan tidak sakit campak lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait penyakit campak. Upaya ini berlangsung bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penularan penyakit serta pentingnya imunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Evi Mustikawati Arifin, mengatakan promosi kesehatan menjadi salah satu langkah yang terus didorong di tengah munculnya kasus campak. 

"Dalam mengantisipasi KLB campak di Sulsel, kami terus melakukan edukasi dan promosi kesehatan bekerja sama dengan kabupaten kota untuk meningkatkan pemahaman tentang campak serta memastikan semua sarana dan prasarana dalam berjalan dengan baik," kata Evi, Sabtu (14/3/2026).

1. Pemprov Sulsel keluarkan edaran kewaspadaan campak

ilustrasi campak pada anak kecil (commons.wikimedia.org/CDC)

Dinas Kesehatan Sulsel telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan penyakit campak kepada seluruh kabupaten dan kota. Edaran tersebut diikuti penguatan layanan kesehatan serta kesiapan fasilitas kesehatan di daerah.

Menurut Evi, langkah ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan daerah. Upaya tersebut berkaitan dengan potensi penyebaran campak di masyarakat.

"Campak yang ada di Sulsel ini tentu kan sudah diketahui ya dan juga ada anjuran atau surat edaran dari Kemenkes yang sudah kita tindak lanjuti dan itu sudah kita lakukan barusan bersama dengan Dirjen P2P di Kota Makassar," kata Evi.

2. Makassar dan Sinjai jadi fokus pemantauan

Ilustrasi campak (freepik.com/pch.vector)

Selain edukasi, Dinas Kesehatan Sulsel juga memantau sejumlah daerah yang terindikasi muncul kasus campak. Dua wilayah yang menjadi perhatian saat ini adalah Kota Makassar dan Kabupaten Sinjai.

Kedua daerah tersebut dipersiapkan untuk pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) sebagai langkah antisipasi jika terjadi peningkatan kasus di wilayah tersebut. Sepanjang tahun 2025, terdapat 183 kasus di Makassar dan 10 kasus di Kabupaten Sinjai.

"Saat ini, Dinkes Sulsel sudah mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan penyakit Campak,melakukan penguatan terhadap layanan kesehatan dan memastikan kesiapan Dinkes Kota Makassar dan Sinjai dalam pelaksanaan ORI Campak," kata Evi. 

3. ORI disiapkan untuk antisipasi kejadian luar biasa

Ilustrasi imunisasi. (Dok. Istimewa)

ORI merupakan imunisasi massal yang berlangsung secara serentak di wilayah tertentu. Program ini bertujuan menanggulangi potensi kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular, termasuk campak.

Menurut Evi, langkah ini menjadi salah satu upaya yang disiapkan pemerintah daerah untuk menekan penyebaran campak. Upaya tersebut juga bertujuan meningkatkan perlindungan anak melalui imunisasi.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan, termasuk kepada kelompok yang masih menolak imunisasi. Pendekatan melibatkan tenaga kesehatan dan pemerintah daerah agar masyarakat memahami manfaat vaksinasi bagi perlindungan anak.

"Tentulah kita harus melakukan beberapa pendekatannya karena memang ada sebagian besar yang bukan cuma campak, imunisasi lain pun ada yang tidak menginginkan," kata Evi.

Editorial Team