Ilustrasi pupuk (Dok. PT Pupuk Indonesia)
Petrokimia Gresik bertugas memenuhi kewajiban menyalurkan pupuk bersubsidi. Di samping itu, mereka menyiapkan stok pupuk non subsidi sebagai solusi bagi petani yang kebutuhannya tidak teralokasi dalam skema subsdidi. Pupuk non subsidi bisa menjadi alternatif pilihan yang bisa diberikan kepada petani untuk semakin meningkatkan produktivitas lahannya.
Setidaknya ada 17 produk pupuk subsidi yang disediakan. Di antaranya, NPK Kebomas, NPK Phonska Plus, NPK Petro Ningrat, NPK Nitrat, NPK Petro Niphos, SP-36, SP-26, Phosgreen. Berikutnya, Urea Non Subsidi, ZK Petro, ZA Non Subsidi, dan lainnya.
"Alokasi pupuk bersubsidi memang jumlahnya terbatas jika dibandingkan dengan kebutuhan petani. Hanya petani yang terdaftar dalam e-RDKK berhak mendapatkan pupuk bersubsidi. Sedangkan untuk petani yang tidak terdaftar, kami sarankan menggunakan produk nonsubsidi kami karena sudah terjamin mampu meningkatkan produktivitas pertanian," kata Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo dalam keterangan persnya, 22 Oktober 2022.
Untuk pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik per 18 Oktober 2022 menyediakan stok 377.544 ton. Jumlah itu dua kali lipat lebih banyak dari ketentuan minimum yang diatur pemerintah, yakni 142.222 ton. Sesuai Peraturan Menteri pertanian Nomor 10 Tahun 2022, pemerintah membatasi pupuk bersubsidi pada Urea dan Phonska.
Guna memastikan penyalurkan pupuk bersubsidi tepat sasaran, Petrokimia Gresik meningkatkan pengawasan distribusi melalui penerapan sejumlah sistem dan aplikasi digital. Misalnya lewat Warehouse Management System (WMS), yang jadi dasar penerapan WMS 2CE. Jika WMS 2CE khusus pupun non subsidi, WMS berlaku untuk semua produk.
Selain itu ada Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO), yakni penjadwalan truk secara online dengan menyinkronkan antara kedatangan truk, kemampuan muat, dan kapasitas produksi pabrik. Lalu ada Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport), sistem berbasis web dan aplikasi mobile untuk pengawasan, pencatatan, pelaporan, serta penentuan rekomendasi keputusan secara digital dan otomatis pada bongkar muat pelabuhan. Digitalisasi ini menjadikan pupuk bersubsidi dapat diawasi secara realtime.
“Kami ingin memastikan proses distribusi di seluruh lini yang menjadi tanggung jawab Petrokimia Gresik berjalan dengan baik dan sesuai prosedur. Dengan digitalisasi sistem yang terintegrasi, diharapkan dapat meminimalisasi potensi penyimpangan dalam jaringan distribusi Petrokimia Gresik,” ucap Dwi.
Untuk Petroport, dia menganggap sistem itu telah memberikan nilai tambah bagi perusahaan selama beberapa periode terakhir. Yaitu dengan menyediakan informasi akurat dan realtime kepada seluruh stakeholder, memberikan memberikan penghematan biaya logistik serta optimalisasi kinerja bongkar muat di Pelabuhan.
“Operasional pelabuhan yang efektif dan efisien, pada akhirnya akan meningkatkan competitiveness bagi Petrokimia Gresik. Produk-produk yang dihasilkan akan menjadi pilihan bagi petani maupun konsumen lain,” ujar Dwi Satriyo.