Makassar, IDN Times - Demonstrasi aliansi masyarakat dan gabungan mahasiswa berakhir ricuh di depan Kantor DPRD Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (24/9). Aliansi Bantuan Hukum Anti Kekerasan mencatat adanya ratusan korban dari peristiwa bentrok antara demonstran dengan Polisi.
Aliansi Bantuan Hukum Anti Kekerasan menghimpun seratusan advokat dari berbagi lembaga bantuan hukum. Di antaranya LBH Makassar, LBH Pers Makassar, LBH Apik Makassar, YLBH Makassar, PBH Peradi Makassar, PBHI Makassar, KontraS Sulawesi, dan ACC Sulawesi. Mereka menghimpun data dari para korban untuk upaya pendampingan hukum.
Kepala Divi Hak Sipil & Polisik LBH Makassar Azis Dumpa menyebutkan, usai kejadian demo ricuh, sebanyak 208 mahasiwa ditangkap. Mereka diamankan di Kantor DPRD dan Polrestabes. Adapun korban luka-luka dan cedera mencapai 221 orang.
"Sebanyak 221 orang luka termasuk korban yang ditangkap dan sudah dilepaskan," kata Azis kepada IDN Times di Makassar, Rabu (25/9).