Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto meminta kepada masyarakat agar tidak saling menyalahkan terkait bencana banjir yang saat ini melanda Kota Makassar.
"Saya kira kita sudahi pertengkaran kenapa-kenapa mesti terjadi banjir," ucap Danny saat meninjau kondisi pengungsi di Masjid Jabal Nur, Antang, Minggu (22/12/2024).
Menurutnya, bencana banjir tidak hanya terjadi di Kota Makassar, melainkan juga terjadi hampir di seluruh negara di dunia. Termasuk Singapura, Malaysia, Jepang dan Amerika.
"Di seluruh dunia bukan itu lagi ditanya tapi bagaiamana kita mengantisipasi dan penanganan banjir bersama-sama, bagaimana mitigasi banjir, semua harus bersiap, kita mitigasi diri kita sendiri dulu, keluarga kita sendiri," ujar Danny.
Danny menyebut, pentingnya melakukan mitigiasi mandiri sebab bencana banjir yang melanda Makasaar bukan hal yang baru kali ini terjadi, tapi sudah bertahun-tahun terjadi banjir.
Apalagi, kata Danny, pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin karena otorisasi drainase bukan hanya diserahkan sepenuhnya ke pemerintah kota semata.
"Contoh banjir di (jalan) Pettarani orang salahkan pemerintah kota padahal bukan, harusnya Balai (Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang)," ucapnya.
Danny pun meminta kepada masyarakat, untuk sama-sama fokus mencari solusi, bukan malah saling menyalahkan satu sama lain. Hal itu, kata Danny, hanya menguras tenaga.
"Banyak sekali orang yang tidak paham, sehingga buat apa kita menghabis-habiskan tenaga hanya untuk itu (saling menyalahkan), mari kita sama-sama (cari solusi) inikan kota kita juga," tandasnya.
"Mari bantu, kalau ada yang bilang penanganan banjir ada yang bisa tangani, sini maki," ucapnya.
Termasuk, lanjut Danny, kalau ada yang suka bagi-bagi sembako atau uang, menurutnya inilah momen yang tepat untuk bagi-bagi sembako atau uang.
"Bagi-bagi maki di sini orang lagi tunggu kalau ada pembagian. Jangan nanti di fase-fase politik baru bagi-bagi. Ini betul orang lagi tunggu pembagian," pungkasnya.
