Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
COVID-19 di Sulsel: 46 Orang Positif dari Klaster Temboro
Para santri yang kembali dari Jawa Timur menjalani rapid test di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu (15/4). (IDN Times/Istimewa)

Makassar, IDN Times – Gugus tugas COVID-19 Sulawesi Selatan mencatat ada 46 kasus positif di daerahnya yang berasal dari klaster Temboro. Mereka termasuk dalam rombongan 774 santri Pondok Pesantren Al Fatah Temboro, Jawa Timur, yang pulang kampung ke Sulsel.

"Hari ini ada penambahan empat kasus di Luwu Utara, dan untuk di Pangkep ada dua. Enam orang ini adalah santri pulang dari Jawa Timur, termasuk kelompok kemarin (klaster Tembora)," kata juru bicara gugus tugas, Ichsan Mustari, dikutip Antara dari konferensi video di Makassar, Selasa (5/5) malam.

1. Riwayat kontak para santri positif masih ditelusuri

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari. IDN Times/Asrhawi Muin

Sebanyak 46 orang santri yang positif COVID-19 tersebar di beberapa daerah di Sulsel. Rinciannya, ada 17 orang di Luwu Utara, 19 orang di SInjai, tiga di Pulau Kodingareng Kota Makassar, dan satu orang di Bulukumba.

Tim gugus tugas, kata Ichsnan,d sudah berupaya mengisolasi mereka yang positif agar penyebaran tidak virus meluas. Di samping itu tetap dilakukan penelusuran pada mereka yang pernah kontak dengan pasien.

2. Tiga santri asal Pulau Kodingareng menolak diisolasi di hotel

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memantau ratusan santri yang menjalani rapid test di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu (15/4). (Humas Pemprov Sulsel)

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, pada klaster Temboro ada tiga orang santri positif yang menolak diisolasi di hotel. Mereka masih berada di Pulau Kodingareng, Kecamatan Sangkarrang, Makassar, karena orang tuanya enggan melepaskan.

Nurdin mengatakan, pemerintah tengah berupaya meminta pengertian orang tua santri itu, supaya mengikhlaskan anaknya diisolasi di tempat yang disediakan pemerintah. Menurut informasi, seluruh warga di pulau itu sudah mengurung diri guna menghindari kontak dengan mereka yang positif.

"Orang tuanya harus sadar dan menyerahkan anaknya diisolasi bersama teman-teman lainnya. 19 orang jauh-jauh datang dari Luwu Utara menempuh sembilan jam mau diisolasi, masa dari pulau hanya setengah jam tidak mau. Ini kita minta segera anak itu dibawa ke sini," kata Nurdin.

3. Sulsel catat 640 kasus positif

Pemprov Sulsel

Per Selasa (5/5), di Sulsel secara akumulasi tercatat 640 kasus positif COVID-19. Kasus sembuh bertambah 17 orang, sehingga totalnya 228 orang. Sedangkan yang meninggal dengan status positif 45 orang, dan meninggal PDP 98 orang.

Dalam satu hari terakhir, tercatat penambahan 36 kasus. Jumlah terbanyak di Makassar, yakni 20 kasus, yang termasuk dari klaster Tembora. Selain itu ada 10 orang positif dari sebuah lokasi toko, dan selebihnya punya riwayat kontak dengan pasien.

Editorial Team