Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPS Sulsel merilis berita resmi statistik soal Persentase Penduduk Miskin Sulawesi Selatan per September 2025, Kamis (5/2/2026). (Dok. YouTube/BPS Sulsel)
BPS Sulsel merilis berita resmi statistik soal Persentase Penduduk Miskin Sulawesi Selatan per September 2025, Kamis (5/2/2026). (Dok. YouTube/BPS Sulsel)

Makassar, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mencatat tren penurunan angka kemiskinan yang signifikan di wilayahnya hingga September 2025. Berdasarkan rilis resmi BPS yang dipublikasikan Kamis (5/2/2026), persentase penduduk miskin di Sulawesi Selatan mencapai 7,43 persen, atau setara dengan 685,14 ribu jiwa dari total populasi. Capaian tersebut menjadi angka terendah dalam enam tahun terakhir sejak periode pra-pandemi Covid-19.

BPS mencatat bahwa tren penurunan tidak hanya terlihat pada persentase, tetapi juga pada jumlah penduduk miskin yang terus turun dalam beberapa periode. Data ini mengindikasikan adanya perbaikan struktural kondisi sosial ekonomi masyarakat Sulawesi Selatan.

1. Penurunan kemiskinan dibanding periode sebelumnya

Ilustrasi Kemiskinan (IDN Times/Arief Rahmat)

Data resmi BPS menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan Sulsel pada September 2025 sebesar 7,43 persen lebih rendah dibandingkan beberapa periode sebelumnya. Angka ini menurun dari kondisi per Maret 2025, di mana persentase kemiskinan tercatat sebesar 7,60 persen atau setara dengan 698,13 ribu orang. Tren ini juga menunjukkan penurunan dibanding September 2024, ketika persentase penduduk miskin berada di kisaran 7,77 persen.

Penurunan tersebut berarti bahwa antara Maret 2025 dan September 2025, persentase kemiskinan turun sekitar 0,17 poin, serta jumlah penduduk miskin berkurang lebih dari 13 ribu orang jika dibandingkan periode awal tahun. Tren ini menguatkan bahwa kemiskinan di provinsi ini mengalami konsistensi perbaikan dalam setahun terakhir.

2. Kualitas kemiskinan menunjukkan perbaikan

BPS Sulsel merilis berita resmi statistik soal Persentase Penduduk Miskin Sulawesi Selatan per September 2025, Kamis (5/2/2026). (Dok. YouTube/BPS Sulsel)

BPS juga mencatat adanya perbedaan tingkat kemiskinan antara wilayah perkotaan dan perdesaan di Sulsel. Pada September 2025, tingkat kemiskinan di wilayah perdesaan masih lebih tinggi dari wilayah kota, yakni 9,56 persen, sementara di perkotaan tercatat 5,17 persen. Namun, angka ini menunjukkan tren perbaikan dan penyempitan kesenjangan antar wilayah dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara spasial, penurunan kemiskinan tahunan ini terutama ditopang oleh perbaikan kondisi di wilayah perdesaan, sedangkan kemiskinan di perkotaan cenderung meningkat namun relatif stabil dari sisi persentase.

BPS turut menyoroti perkembangan Garis Kemiskinan di Sulsel selama periode September 2024 hingga September 2025. Pada September 2025, Garis Kemiskinan tercatat sebesar Rp514.958 per kapita per bulan, meningkat dibandingkan Maret 2025 sebesar Rp477.966. Kenaikan setara dengan 7,74 persen, yang terutama didorong oleh peningkatan komponen makanan sebesar 8,24 persen, sementara komponen bukan makanan hanya naik 6,23 persen. Peningkatan Garis Kemiskinan ini mencerminkan naiknya kebutuhan pengeluaran minimum rumah tangga untuk memenuhi standar hidup layak.

3. Gubernur: tidak terlepas dari kebijakan pembangunan terarah

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengumumkan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulsel 2026 di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (24/12/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keterlibatan berbagai pihak dalam kerja pengentasan kemiskinan. “Alhamdulillah BPS mencatat kondisi Sulawesi Selatan dengan Persentase 7,43% menjadi terendah dalam 6 tahun terakhir,” kata Andi Sudirman dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).

Andi Sudirman mengatakan penurunan kemiskinan ini tidak terlepas dari kebijakan pembangunan yang terarah, terutama arahan dari pemerintah pusat ke daerah sebagai penguatan sektor produktif, peningkatan kualitas infrastruktur, ekonomi, sosial serta berbagai program yang tepat sasaran.

“Ini adalah wujud kerja kolaborasi di bawah komando Bapak Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran. Mari terus tingkatkan kerja kerja untuk tujuan Sulsel Maju dan Berkarakter menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Kemudian dari sisi kualitas kemiskinan pada September 2025, tercatat menurun dibandingkan periode September 2024, yang menandakan jarak pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin menyempit serta ketimpangan antar-penduduk miskin semakin berkurang.

“Tentu kami juga mengapresiasi kepada seluruh Tim Pemprov, Kabupaten Kota, Instansi Vertikal hingga Kapala Desa/Lurah, RT/RW, Pendamping Program Keluarga Sejahtera serta seluruh lapisan masyarakat atas capaian ini,” pungkasnya. (*)

Editorial Team