Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPS Sulsel merilis berita resmi statistik soal tingkat pengangguran di Sulawesi Selatan per November 2025, Kamis (5/2/2026). (Dok. YouTube/BPS Sulsel)
BPS Sulsel merilis berita resmi statistik soal tingkat pengangguran di Sulawesi Selatan per November 2025, Kamis (5/2/2026). (Dok. YouTube/BPS Sulsel)

Makassar, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan melaporkan kondisi ketenagakerjaan daerah pada November 2025 yang menunjukkan dinamika pasar kerja di tengah perlambatan aktivitas ekonomi musiman. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis dalam Berita Resmi Statistik BPS Sulsel, Kamis (5/2/2026), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Selatan tercatat sebesar 4,45 persen.

Angka tersebut mengalami kenaikan 0,24 persen poin dibandingkan Agustus 2025 yang berada di level 4,21 persen. TPT sendiri merupakan indikator yang menggambarkan persentase angkatan kerja yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, atau telah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

1. TPT naik seiring penurunan angkatan kerja dan penduduk bekerja

ilustrasi pengangguran (IDN Times/Aditya Pratama)

BPS mencatat jumlah angkatan kerja Sulawesi Selatan pada November 2025 mencapai 4,92 juta orang, turun 46,90 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Sejalan dengan itu, jumlah penduduk bekerja juga mengalami penurunan menjadi 4,70 juta orang, atau berkurang 56,73 ribu orang dalam periode yang sama.

Sebaliknya, jumlah penganggur meningkat menjadi 218,79 ribu orang, bertambah sekitar 9,84 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Kondisi ini turut mendorong kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka secara keseluruhan di Sulawesi Selatan.

Di sisi lain, Penduduk Usia Kerja (PUK) pada November 2025 tercatat sebanyak 7,37 juta orang, meningkat 23,79 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,45 juta orang tergolong bukan angkatan kerja.

Seiring penurunan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Sulawesi Selatan juga turun menjadi 66,80 persen, atau berkurang 0,86 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki tercatat sebesar 82,62 persen, sedangkan TPAK perempuan sebesar 51,44 persen, dengan penurunan lebih dalam terjadi pada kelompok perempuan.

2. Struktur lapangan usaha dan kualitas pekerjaan

BPS Sulsel merilis berita resmi statistik soal tingkat pengangguran di Sulawesi Selatan per November 2025, Kamis (5/2/2026). (Dok. YouTube/BPS Sulsel)

Dari sisi lapangan usaha, struktur penduduk bekerja di Sulawesi Selatan masih didominasi sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan proporsi 33,15 persen. Sektor ini diikuti Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 18,48 persen, serta Konstruksi sebesar 7,63 persen.

Namun, secara perubahan dibandingkan Agustus 2025, sektor Akomodasi dan Makan Minum mencatat peningkatan tenaga kerja terbesar dengan tambahan 48,57 ribu orang. Sektor Konstruksi bertambah 27,12 ribu orang, serta Real Estat meningkat 15,10 ribu orang, sementara sektor pertanian mengalami penurunan paling besar, yakni berkurang 170,31 ribu orang.

Dari sisi kualitas pekerjaan, jumlah penduduk bekerja di sektor formal pada November 2025 mencapai 1,94 juta orang atau 41,18 persen, meningkat 1,63 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Meski demikian, sektor informal masih mendominasi dengan proporsi 58,82 persen atau sekitar 2,77 juta orang.

Dilihat dari status pekerjaan, penduduk bekerja paling banyak berstatus buruh/karyawan/pegawai dengan porsi 37,73 persen, yang juga mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Sebaliknya, status berusaha sendiri tercatat mengalami penurunan terbesar.

3. Pengangguran menurut pendidikan dan wilayah

Ilustrasi pengangguran dan PHK (IDN Times/Arief Rahmat)

Berdasarkan tingkat pendidikan, distribusi pengangguran di Sulawesi Selatan pada November 2025 paling banyak berasal dari lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan proporsi 33,26 persen, disusul lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tingkat Pengangguran Terbuka tertinggi tercatat pada lulusan SMK, yakni sebesar 9,74 persen.

Sebaliknya, TPT terendah berada pada kelompok pendidikan SD ke bawah yang hanya sebesar 1,88 persen. Data ini menunjukkan tantangan penyerapan tenaga kerja bagi lulusan pendidikan menengah di Sulawesi Selatan.

Secara spasial, TPT di wilayah perkotaan pada November 2025 tercatat sebesar 6,08 persen, lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan yang sebesar 2,84 persen. Dibandingkan Agustus 2025, TPT perkotaan relatif stabil, sementara TPT perdesaan justru mengalami kenaikan 0,44 persen poin, mencerminkan perbedaan karakteristik pasar kerja antara kedua wilayah tersebut.

Editorial Team