Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BMKG: Makassar Berpotensi Diguyur Hujan Lebat hingga 13 Maret 2026
Ilustrasi hujan. (IDN Times/Sukma Shakti)
  • BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan mengguyur Makassar dan sekitarnya hingga pertengahan Maret 2026.
  • Periode 11–13 Maret diperkirakan menjadi puncak potensi hujan lebat hingga sangat lebat, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem lokal.
  • Aktivitas MJO, gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin disebut sebagai pemicu utama pembentukan awan hujan, dengan curah harian tercatat mencapai 63,6 mm.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    BMKG memprakirakan Kota Makassar masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga pertengahan Maret 2026, termasuk periode 11–13 Maret yang diperkirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
  • Who?
    Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Amhar Ulfiana, menyampaikan informasi prakiraan cuaca tersebut kepada masyarakat dan mengimbau agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
  • Where?
    Kondisi ini terjadi di wilayah Kota Makassar dan sekitarnya, Sulawesi Selatan, berdasarkan hasil pengamatan serta analisis dari Stasiun Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar.
  • When?
    Prakiraan disampaikan pada Sabtu, 7 Maret 2026. Potensi hujan lebat diperkirakan berlangsung mulai 11 hingga 13 Maret 2026 dan dapat berlanjut beberapa hari setelahnya.
  • Why?
    Peningkatan curah hujan dipicu oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin yang mendorong pembentukan awan hujan di wilayah Sulawesi Selatan.
  • How?
    Berdasarkan data pengamatan BMKG hingga pukul 14.30 WITA, curah hujan di Makassar tercatat
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih kerap mengguyur Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan tercatat turun hampir setiap hari, bahkan dengan intensitas yang cukup tinggi.

Kondisi ini diprakirakan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Amhar Ulfiana, menyebut potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi di Makassar dan sekitarnya hingga pertengahan Maret 2026.

"Untuk hari ini dan beberapa hari kedepan masih ada hujan di wilayah Makassar," kata Amhar, Sabtu (7/3/2026).

1. Hujan lebat berpotensi terjadi 11 - 13 Maret

Ilustrasi hujan (IDN Times/Irwan Idris)

BMKG juga mencatat potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat pada periode 11 hingga 13 Maret. Kondisi tersebut membuat masyarakat tetap perlu mewaspadai kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat muncul secara lokal.

"Kemudian di tanggal 11 - 13 Maret diprakirakan masih ada potensi hujan di wilayah Makassar hingga intensitas lebat-sangat," kata Amhar.

2. Dipicu aktivitas MJO dan gelombang atmosfer

ilustrasi hujan disertai angin kencang (IDN Times/Muhammad Nasir)

Menurut Amhar, sejumlah faktor atmosfer memicu kondisi tersebut. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin ikut mendorong pembentukan awan hujan di kawasan Sulawesi Selatan, termasuk Makassar.

"Penyebabnya karena beberapa faktor, seperti aktifnya MJO, gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin," jelasnya.

3. Curah hujan tercatat 63,6 mm

Ilustrasi hujan (IDN Times/Sukma Shakti)

Data pengamatan BMKG menunjukkan curah hujan di Makassar pada Sabtu hari ini mencapai 63,6 mm. Angka tersebut tercatat hingga pukul 14.30 WITA.

Meski hujan masih sering turun, kondisi curah hujan saat ini disebut relatif lebih rendah dibandingkan periode puncak musim hujan. Namun intensitasnya masih berada pada kategori sedang hingga tinggi sehingga potensi hujan lebat tetap muncul di sejumlah wilayah.

"Kondisi curah hujan di Makassar saat ini relatif lebih rendah dibandingkan dengan puncak Musim hujan. Namun tetap berada dalam kategori tinggi hingga sedang sehingga potensi hujan lebat masih dapat terjadi di beberapa wilayah," kata Amhar.

Editorial Team