Belanja kini menjadi aktivitas yang sangat mudah. Siklus tren yang singkat, didorong oleh media sosial dan pengaruh selebritas serta influencer, membuat banyak orang merasa harus segera memiliki barang terbaru.
Namun, kemudahan ini bisa menjadi jebakan. Pembelian kecil yang impulsif bisa menumpuk dan mengacaukan anggaran, bahkan mengganggu rencana keuangan jangka panjang. Di sinilah muncul konsep slow shopping, sebuah pendekatan keuangan yang pernah ramai dibicarakan di TikTok dan mendapat dukungan dari para pakar finansial.
Slow shopping adalah kebalikan dari belanja impulsif. Pendekatan ini menekankan pada kesadaran dalam membeli barang, dengan cara memberi jeda waktu sebelum membuat keputusan. Menurut Courtney Alev, advokat keuangan dari Credit Karma, slow shopping berarti mengambil waktu antara keinginan dan pembelian untuk benar-benar menilai apakah barang tersebut dibutuhkan atau hanya keinginan sesaat.
Praktik ini mirip dengan tren hidup minimalis: hanya membeli barang yang benar-benar diinginkan atau diperlukan. Tujuannya adalah membentuk kebiasaan belanja yang lebih sadar, meminimalkan rasa menyesal, dan menjaga stabilitas keuangan tanpa sepenuhnya menghilangkan kesenangan belanja.
Dilansir POPSUGAR, berikut lima cara menerapkan slow shopping yang bisa kamu coba:
