Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BI Sulsel Siapkan Rp4,5 Triliun Uang untuk Ramadan dan Idulfitri 2026
BI Sulsel menggelar Bincang Bareng Media Triwulan I di Makassar, Jumat (20/2/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)
  • Bank Indonesia Sulsel menyiapkan uang layak edar Rp4,5 triliun untuk Ramadan dan Idulfitri 2026, naik 5 persen dibanding tahun sebelumnya.
  • Layanan penukaran uang dibuka 19 Februari–13 Maret 2026 di seluruh 24 kabupaten/kota Sulsel dengan dukungan perbankan dan pemerintah daerah.
  • BI Sulsel juga dorong transaksi non tunai lewat perluasan QRIS serta pastikan sistem BI-FAST tetap stabil menghadapi lonjakan transaksi selama Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Bank Indonesia Sulawesi Selatan menyiapkan uang layak edar sebesar Rp4,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Tri Adi Riyanto, Pelaksana Tugas Kepala Divisi SPPURMI BI Sulsel, dalam kegiatan Bincang Bareng Media Triwulan I di Makassar.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Kota Makassar, dengan layanan penukaran uang menjangkau seluruh 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.
  • When?
    Pengumuman dilakukan pada Jumat sore, 20 Februari 2026. Layanan penukaran uang dibuka mulai 19 Februari hingga 13 Maret 2026.
  • Why?
    Kebijakan ini bertujuan memastikan ketersediaan uang tunai bagi masyarakat serta mendukung kelancaran transaksi selama Ramadan dan Idulfitri 2026.
  • How?
    BI Sulsel berkoordinasi dengan perbankan dan pemerintah daerah untuk distribusi uang pecahan, memperluas akseptasi QRIS, serta menjaga keandalan sistem BI-FAST menghadapi lonjakan transaksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp4,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Nilai tersebut meningkat 5 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah dan Manajemen Interne (SPPURMI) BI Sulsel, Tri Adi Riyanto, dalam kegiatan Bincang Bareng Media Triwulan I di Makassar, Jumat sore (20/2/2026).

"Kami menyiapkan uang layak edar sebesar Rp4,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada momen Ramadan dan Idulfitri 2026. Angka ini meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun lalu," kata Tri.

1. Layanan penukaran menjangkau 24 kabupaten kota

Ilustrasi penukaran uang tunai baru. (IDN Times/Gregorius Aryodamar P)

Layanan penukaran uang dibuka pada 19 Februari hingga 13 Maret 2026 dan menjangkau seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. BI Sulsel berkoordinasi dengan perbankan dan pemerintah daerah untuk memastikan distribusi uang pecahan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Layanan penukaran kami perluas agar menjangkau seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Kami bersinergi dengan perbankan dan pemerintah daerah agar distribusi uang pecahan lebih merata," kata Tri.

2. Dorong transaksi non tunai

ilustrasi transaksi non tunai (pexels.com/Kampus Production)

Selain memastikan ketersediaan uang tunai, BI Sulsel juga mendorong optimalisasi transaksi non tunai selama Ramadan. Perluasan akseptasi QRIS, termasuk QRIS TAP, terus diperluas untuk memudahkan pembayaran digital di berbagai sektor usaha.

"Kami juga mendorong optimalisasi penggunaan transaksi non tunai, termasuk perluasan QRIS dan QRIS TAP, agar masyarakat memiliki alternatif pembayaran yang aman dan praktis," kata Tri.

3. Infrastruktur BI-FAST tetap andal

Ilustrasi BI-FAST (Dok. YouTube/Bank Indonesia)

Kelancaran infrastruktur transfer dana melalui BI-FAST turut menjadi perhatian. BI memastikan sistem tetap berjalan stabil selama Ramadan dan Idulfitri serta meminta penyelenggara jasa pembayaran (PJP) menyiapkan kapasitas infrastruktur menghadapi potensi lonjakan transaksi.

"Infrastruktur BI-FAST kami pastikan tetap andal. Kami juga meminta penyelenggara jasa pembayaran untuk menyiapkan sistemnya dalam menghadapi peningkatan transaksi selama Ramadan," katanya.

Editorial Team