Proses evakuasi jenazah pesawat ATR 42-500 oleh tim SAR gabungan dari jurang di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (Dok. Basarnas Makassar)
Arif Anwar menegaskan, operasi SAR ini melibatkan kekuatan besar dari berbagai unsur, dengan total 1.075 personel dikerahkan ke lokasi kejadian. Mereka berasal dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, komunitas pecinta alam, hingga unsur medis.
“Kami mengapresiasi dedikasi seluruh unsur yang terlibat. Operasi ini adalah wujud nyata sinergi dan kemanusiaan. Fokus kami tetap pada pencarian seluruh korban dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan,” tegasnya.
Untuk mendukung operasi di medan sulit, tim SAR juga mengerahkan berbagai alutsista, mulai dari helikopter, pesawat intai, hingga drone thermal. Hingga laporan ini disampaikan, operasi SAR masih terus berjalan dan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi serta kondisi cuaca di lapangan.
Pesawat nomor penerbangan PK-THT milik Indonesia Air Transport ditemukan jatuh di Gunung Bulusaraung, usai dilaporkan hilang kontak dalam rute penerbangan Yogyakarta-Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat sewaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu membawa sepuluh orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.
Hingga Rabu pagi, tim SAR telah menemukan dua korban dalam keadaan meninggal. Satu jenazah dievakuasi lewat jalur darat, satu lainnya diangkut dengan helikopter. Kedua jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan.