Makassar,IDN Times - Tingginya mobilitas penduduk menjadi tantangan baru dalam pengawasan data pemilih menjelang Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029 di Sulawesi Selatan. Hal itu disampaikan Anggota Bawaslu Sulsel Koordinator Divisi Hukum dan Diklat, Andarias Duma’, saat kegiatan Ngabuburit Pengawasan di Kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (9/3/2026).
Andarias menjelaskan perpindahan penduduk yang cukup tinggi di sejumlah wilayah berpotensi memengaruhi akurasi data pemilih. Dia mencontohkan kondisi di Toraja, di mana ribuan warga sedang atau akan bekerja ke Morowali.
"Mobilitas seperti ini tentu akan berpengaruh pada akurasi data pemilih jika tidak diantisipasi dengan baik," kata Andrias.
