Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tim SAR gabungan beranggotakan ratusan orang bergerak mencari pesawat Indonesia Air yang hilang di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. (Dok. Basarnas Makassar)
Tim SAR gabungan beranggotakan ratusan orang bergerak mencari pesawat Indonesia Air yang hilang di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan. (Dok. Basarnas Makassar)

Intinya sih...

  • Basarnas Makassar mengerahkan 476 personel untuk mencari pesawat Indonesia Air Transport yang serpihannya ditemukan di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

  • Pencarian dilakukan melalui jalur darat dan udara dengan bantuan helikopter TNI AU, kendaraan truk, satelit, serta peralatan khusus untuk menghadapi kondisi medan yang ekstrem.

  • Tim SAR gabungan terbagi atas lima sektor dan menggunakan berbagai alat utama serta perlengkapan pendukung. Komunikasi tetap terhubung meski di kawasan sulit sinyal.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Basarnas Makassar mengerahkan ratusan personel dalam operasi pencarian dan penanganan pesawat Indonesia Air Transport, yang serpihannya ditemukan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini berjumlah 476 orang.

“Tim terbagi atas lima sektor. Personel tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga instansi terkait lainnya. Selain itu, mahasiswa yang tergabung dalam potensi SAR juga ikut dilibatkan dalam operasi ini," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, Minggu (18/1/2026).

Untuk mendukung pencarian, Basarnas mengerahkan berbagai alat utama dan perlengkapan pendukung. “Alut yang digunakan, kendaraan truk berbagai pihak, satelit, serta heli dari Lanud TNI AU,” ujarnya.

Pencarian dilakukan melalui jalur darat dan udara, dengan helikopter TNI AU dari Lanud Hasanuddin dikerahkan untuk menyisir titik-titik koordinat yang telah ditentukan sebelumnya. Sementara di darat, personel dan logistik dimobilisasi menuju sektor-sektor pencarian.

Selain itu, tim SAR gabungan juga menyiapkan peralatan khusus untuk menghadapi kondisi medan yang ekstrem. “Kita membawa peralatan-peralatan ekstrikasi atau penyelamatan yang apabila diperlukan,” kata Andi Sultan.

Dari sisi komunikasi, Basarnas memastikan seluruh personel tetap terhubung meski berada di kawasan yang sulit dijangkau sinyal. “Untuk komunikasi menggunakan HT (handy-talkie) dan repeater. Begitu juga alat komunikasi yang mem-backup ada Starlink portable,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah serpihan pesawat telah ditemukan di lereng puncak Gunung Bulusaraung, Minggu pagi. Belum ada korban penumpang pesawat ditemukan.

Editorial Team