Makassar, IDN Times - Sejumlah guru dan siswa memilih mundur dari Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan (Sulsel) setelah beberapa bulan berjalan, namun pemerintah setempat menegaskan hal tersebut merupakan bagian dari proses penyesuaian.
Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abdul Malik Faisal, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program jangka panjang yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu, terutama mereka yang masuk kategori kesejahteraan Desil-1 dan Desil-2. Program ini digagas untuk menekan ketimpangan akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
"Kenapa ini banyak yang mundur? Karena belum tahu sistemnya. Guru juga belum siap tinggal di asrama, mengasuh siswa langsung di lokasi. Siswa pun ada yang tidak betah karena pola hidup lama," kata Malik, Kamis (7/8/2025).
