Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir Makassar, 545 Jiwa Mengungsi di Enam Titik Lokasi
Tim TRC BPBD Makassar mengevakuasi seorang bayi di Jalan Sermani 4, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Selasa (24/2/2026) pagi. (Dok. BPBD Makassar)
  • Banjir di Makassar menyebabkan 545 jiwa dari 169 kepala keluarga mengungsi di enam titik yang tersebar di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya.
  • BPBD Makassar melalui Tim Reaksi Cepat terus memantau kondisi pengungsi, memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, tempat istirahat, dan layanan kesehatan terpenuhi.
  • Wali Kota Munafri Arifuddin menginstruksikan BPBD dan Dinas Sosial tetap siaga serta menyiapkan evaluasi sistem drainase untuk mencegah banjir berulang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Makassar, menyebabkan 545 jiwa atau 169 kepala keluarga mengungsi di enam titik lokasi pengungsian yang disiapkan oleh BPBD setempat.
  • Who?
    BPBD Kota Makassar bersama Tim Reaksi Cepat, Dinas Sosial, serta Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin terlibat dalam penanganan dan pemantauan kondisi para pengungsi banjir.
  • Where?
    Lokasi pengungsian tersebar di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya, termasuk Masjid Jabal Nur, Masjid Yuda Al-Fatih, Masjid Lailatul Qadar BTP Blok AF, SD Paccerakkang, Masjid Nurul Ikhlas, dan Masjid Al-Ramun.
  • When?
    Banjir terjadi pada Selasa, 24 Februari 2026, dengan proses evakuasi dan penanganan pengungsi masih berlangsung hingga saat ini.
  • Why?
    Banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengakibatkan genangan di permukiman warga. Pemerintah kota juga menyoroti perlunya evaluasi sistem drainase untuk mencegah kejadian serupa.
  • How?
    BPBD menyiagakan tim reaksi cepat untuk membantu evakuasi dan memenuhi kebutuhan dasar pengungsi seperti makanan, tempat istirahat,
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar melaporkan enam lokasi pengungsian akibat banjir yang terjadi di sejumlah wilayah, Selasa (24/2/2026). Total pengungsi tercatat 169 kepala keluarga atau 545 jiwa.

Berdasarkan data posko BPBD, terdapat enam titik pengungsian yang tersebar di Kecamatan Manggala dan Biringkanaya. Di Kecamatan Manggala, Masjid Jabal Nur menampung 12 KK atau 36 jiwa, sedangkan Masjid Yuda Al-Fatih menampung 7 KK atau 27 jiwa.

Di Kecamatan Biringkanaya, Masjid Lailatul Qadar BTP Blok AF menampung 67 KK atau 232 jiwa, sedangkan SD Paccerakkang menampung 24 KK atau 86 jiwa. Masjid Nurul Ikhlas menampung 40 KK atau 133 jiwa, dan Masjid Al-Ramun menampung 9 KK atau 31 jiwa.

1. TRC BPBD pantau pengungsi dan pastikan kebutuhan terpenuhi

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau pengungsi banjir di Masjid Jabal Nur Blok 10, Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Selasa (24/2/2026) malam. (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menyatakan pihaknya terus memantau kondisi pengungsi banjir untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dikerahkan untuk memberikan bantuan langsung dan memastikan warga terdampak aman selama proses evakuasi.

"Kami memastikan seluruh pengungsi mendapatkan kebutuhan dasar seperti makanan, tempat istirahat, dan pelayanan kesehatan. Personel TRC kami tetap siaga untuk memantau kondisi banjir dan membantu warga terdampak secara cepat dan aman," kata Fadli.

2. Pelayanan prioritas bagi balita, lansia, dan warga rentan selama pengungsian

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau pengungsi banjir di Masjid Jabal Nur Blok 10, Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Selasa (24/2/2026) malam. (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Fadli menyebut pihaknya terus menjalin koordinasi dengan jajaran kecamatan dan kelurahan. Upaya ini ditujukan agar penanganan pengungsian berjalan lancar, terutama bagi balita, lansia, dan warga yang memerlukan perhatian khusus.

"Kami prioritaskan pelayanan bagi mereka yang paling rentan agar tetap aman selama mengungsi," kata Fadli.

3. Wali kota instruksikan BPBD dan Dinas Sosial siaga

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, diwawancarai saat meninjau pengungsi banjir di Masjid Jabal Nur Blok 10, Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Selasa (24/2/2026) malam. (Dok. Humas Pemkot Makassar)

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga menegaskan jajaran BPBD dan Dinas Sosial harus tetap siaga. Dia meminta camat dan lurah terkait untuk siap merespons kebutuhan warga terdampak banjir.

"Teman-teman dari BPBD, Dinas Sosial, seluruh elemen saya minta untuk semua stand by supaya pada saat ada yang dibutuhkan bisa respon lebih cepat memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Selain fokus pada penanganan darurat, pemerintah kota menyiapkan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan mitigasi jangka panjang untuk mencegah banjir berulang. Meskipun air di sebagian permukiman masih di bawah lutut, warga memilih mengungsi demi keselamatan keluarga.

"Pemerintah Kota Makassar memastikan seluruh kebutuhan pengungsi terus dipantau dan dipenuhi hingga kondisi benar-benar aman dan air surut sepenuhnya," kata Munafri.

Editorial Team