Makassar, IDN Times - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, mengajak masyarakat tetap menjaga kerukunan dalam menyikapi perbedaan penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah. Indonesia termasuk Sulawesi Selatan dinilai memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi perbedaan awal puasa tanpa menimbulkan konflik sosial.
Menurut Ali Yafid, perbedaan metode penentuan awal bulan kamariah merupakan bagian dari khazanah fikih yang telah lama berkembang. Karena itu, masyarakat diminta tidak terjebak dalam perdebatan metodologi, baik antara pendekatan hisab maupun rukyat.
"Masyarakat Indonesia dan khususnya Sulsel telah berpengalaman dan tetap rukun dalam perbedaan penentuan 1 Ramadan pada tahun sebelumnya. Kita berpengalaman menyatu di tengah perbedaan," kata Ali Yafid usai pemantauan hilal di Observatorium Unismuh Makassar, Selasa (17/2/2026).
