Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260206-WA0039.jpg
Anggota Polda Sulsel saat bersihkan sampah di area Pantai Losari Makassar, Jumat (6/2/2026). (IDN Times/Darsil Yahya)

Intinya sih...

  • Presiden soroti sampah di destinasi wisata. Arahan Presiden RI mendorong 400 personel Polda Sulsel membersihkan Pantai Losari sebagai tindak lanjut kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

  • Jaga ikon Kota Makassar. Pantai Losari dipilih karena menjadi ikon pariwisata Makassar, perlu upaya kolektif untuk menjaga kebersihan.

  • Kondisi air Pantai Losari berubah karena sampah. Air laut yang dulu bersih kini tercemar oleh sampah, membutuhkan perhatian bersama untuk menjaga kebersihan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Sebanyak 400 personel gabungan dari Polda Sulawesi Selatan dikerahkan untuk melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Losari, Kota Makassar, Jumat pagi (6/2/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI terkait kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di destinasi wisata.

Pantauan di lokasi, ratusan personel membawa sapu lidi, polibag serta sekop sampah digunakan untuk bersih-bersih. Tampak juga tiga perahu karet milik Polairud Polda Sulsel dikerahkan untuk membersihkan sampah di area laut.

1. Presiden soroti sampah di destinasi wisata

Anggota Polda Sulsel saat bersihkan sampah di area Pantai Losari Makassar, Jumat (6/2/2026). (IDN Times/Darsil Yahya)

Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, kebijakan tersebut disampaikan Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden menyoroti masih banyaknya tempat wisata di Indonesia yang dipenuhi sampah.

“Bapak Presiden menekankan pentingnya kebersihan, terutama di destinasi wisata. Karena itu, seluruh unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri diminta untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Djuhandhani kepada awak media.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Djuhandhani memerintahkan seluruh jajaran Polda Sulsel hingga tingkat Polres untuk melaksanakan bakti sosial berupa pembersihan sampah di ruang publik dan kawasan wisata.

2. Kegiatan bersih-bersih untuk mengaga ikon Kota Makassar

Kapolda Sulsel, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro usai pimpin apel kegiatan bersih-bersih Pantai Losari, Jumat (6/2/2026). (IDN Times/Darsil Yahya)

Pantai Losari dipilih sebagai lokasi utama kegiatan karena menjadi ikon pariwisata Makassar. Djuhandhani mengakui, meski sudah ada kepedulian dari sebagian masyarakat, upaya kolektif masih perlu terus ditingkatkan.

“Pantai Losari ini ikon Makassar. Kita ingin kembali mengingatkan semua pihak agar bersama-sama menjaga kebersihan,” katanya.

3. Kondisi air Pantai Losari berubah karena sampah

Ratusan anggota Polda Sulsel saat apel persiapan bersihkan sampah di area Pantai Losari Makassar, Minggu (6/2/2026). (IDN Times/Darsil Yahya)

Ia juga mengungkapkan cerita dari para tokoh masyarakat yang menyebutkan bahwa Pantai Losari pada masa lalu dikenal bersih, bahkan air lautnya bisa digunakan untuk berenang. Kondisi tersebut, menurutnya, kini mulai berubah akibat persoalan sampah.

“Dulu laut di sini bersih, sekarang sering kita lihat sampah. Ini yang menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

4. Warga diimbau jaga kebersihan

Tiga perahu karet milik Polairud Polda Sulsel dikerahkan bersihkan Pantai Losari Makassar, Jumat (6/2/2026). (IDN Times/Darsil Yahya)

Djuhandhani menegaskan, aksi bersih-bersih ini tidak hanya dilakukan sekali. Ke depan, kegiatan serupa akan menjadi program rutin yang dikaitkan dengan agenda olahraga personel setiap Selasa dan Jumat, serta diperluas ke lokasi lain yang membutuhkan perhatian.

“Bukan hanya Pantai Losari, nanti kita lihat tempat-tempat lain yang juga perlu dibersihkan,” jelasnya.

Di akhir keterangannya, Kapolda mengajak seluruh warga Makassar untuk ikut menjaga kebersihan kota. Meski berasal dari Jawa, ia mengaku memiliki rasa memiliki terhadap Makassar.

“Saya ingin melihat Makassar indah, aman, dan tertib. Mari kita jaga kota ini bersama-sama,” tutup Djuhandhani.

Editorial Team