Ilustrasi Selingkuh (IDN Times/Mardya Shakti)
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi nekat itu dipicu persoalan rumah tangga. Korban disebut sakit hati setelah mengetahui suaminya kembali diduga berselingkuh.
"Sebelumnya, pasangan tersebut juga sempat terlibat pertengkaran karena masalah yang sama. Sang suami disebut pernah berjanji tidak mengulangi perbuatannya," ujarnya.
Namun, lanjut Herman, beberapa hari sebelum kejadian, korban kembali mengetahui dugaan perselingkuhan tersebut hingga memicu cekcok hebat," ujarnya.
"Usai pertengkaran, suami korban kemudian mengantar istrinya bersama ketiga anak mereka ke rumah orang tua korban di Mamuju. Tidak lama setelah itu, korban diduga nekat meminum racun bersama anak-anaknya," tandasnya.
Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.
NGO Indonesia pencegahan bunuh diri:
Jangan Bunuh diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID