Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tiga Anak Korban Racun di Mamuju Sudah Membaik, Sang Ibu Masih Dirawat
Seorang ibu mencoba bunuh diri dengan nekat minum racun serta turut mencekoki tiga anaknya. (Dok. Polresta Mamuju)
  • Seorang ibu di Mamuju diduga meminum racun bersama tiga anaknya akibat masalah rumah tangga, kini masih dirawat intensif di RS Punggawa Malolo.
  • Ketiga anak korban berusia 7 tahun, 4 tahun, dan 6 bulan sempat dirawat karena menenggak susu bercampur racun, namun kini sudah pulih dan diperbolehkan pulang.
  • Penyelidikan polisi mengungkap aksi nekat itu dipicu rasa sakit hati sang ibu setelah mengetahui suaminya kembali berselingkuh meski sebelumnya pernah berjanji berubah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

TRIGGER WARNING: Artikel ini membahas tentang penggunaan racun dan potensi bahaya yang mengancam jiwa. Pembaca diharapkan bijak.

Makassar, IDN Times - Seorang ibu berusia 26 tahun yang diduga nekat meminum racun bersama tiga anaknya di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, hingga kini masih menjalani perawatan medis intensif di RS Punggawa Malolo, Mamuju.

Sementara itu, ketiga anak korban yang masing-masing berusia 7 tahun, 4 tahun, dan bayi 6 bulan, dilaporkan sudah membaik dan telah diperbolehkan pulang.

1. Racun dicampurkan ke dalam susu

ilustrasi racun (pixabay.com/Jalyn Bryce)

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengatakan ketiga anak korban sebelumnya sempat menjalani penanganan intensif di rumah sakit setelah diduga tidak sengaja meminum racun yang dicampurkan ke dalam susu.

"Awalnya, dua anak pertama korban sempat direncanakan dirujuk ke Makassar karena telah melewati masa kritis. Sang ayah bahkan berencana membawa keduanya untuk menjalani penanganan lanjutan, termasuk prosedur cuci lambung," kata Herman kepada IDN Times, Selasa (12/5/2026).

2. Sang ibu minum racun murni

ilustrasi racun dari ekstrak hydrangea (pixabay.com/qimono)

Namun, setelah mendapat penjelasan dari tim dokter bahwa penanganan serupa dapat dilakukan di Mamuju, rencana rujukan tersebut akhirnya dibatalkan. Begitupun anak bungsunya sudah dibolehkan pulang usai menjalani tindakan cuci lambung di RS Punggawa Malolo.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi lambung ketiga anak tersebut sudah bersih dari zat berbahaya dan saat ini mereka sudah diperbolehkan pulang,” ujar Herman.

Herman menyebut, ketiga anak tersebut telah kembali ke rumah bersama ayah mereka di Kecamatan Malunda. Namun berbeda dengan kondisi anak-anaknya, sang ibu masih harus menjalani perawatan intensif.

"Ibunya masih mendapatkan perawatan karena memang meminum racun murni sehingga kondisinya lebih serius. Beda dengan anak-anaknya karena dicampur susu agar bisa diminum," jelasnya.

3. Dipicu sakit hati karena diselingkuhi

Ilustrasi Selingkuh (IDN Times/Mardya Shakti)

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi nekat itu dipicu persoalan rumah tangga. Korban disebut sakit hati setelah mengetahui suaminya kembali diduga berselingkuh.

"Sebelumnya, pasangan tersebut juga sempat terlibat pertengkaran karena masalah yang sama. Sang suami disebut pernah berjanji tidak mengulangi perbuatannya," ujarnya.

Namun, lanjut Herman, beberapa hari sebelum kejadian, korban kembali mengetahui dugaan perselingkuhan tersebut hingga memicu cekcok hebat," ujarnya.

"Usai pertengkaran, suami korban kemudian mengantar istrinya bersama ketiga anak mereka ke rumah orang tua korban di Mamuju. Tidak lama setelah itu, korban diduga nekat meminum racun bersama anak-anaknya," tandasnya.

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.

NGO Indonesia pencegahan bunuh diri:

Jangan Bunuh diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com

Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID

Editorial Team