Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulsel, Andi Ihsan. IDN Times/Asrhawi Muin
Andi Ihsan menjelaskan beton membutuhkan waktu minimal 28 hari untuk mencapai kekuatan standar agar mampu menahan beban kendaraan sesuai perencanaan teknis. Namun, masa pematangan dapat diperpanjang hingga sekitar 35 hari untuk memberikan faktor keamanan tambahan.
Menurutnya, pembukaan jalan sebelum beton mencapai kekuatan yang dibutuhkan dapat meningkatkan risiko kerusakan struktur. Karena itu, Pemprov Sulsel memilih membuka lajur secara bertahap sembari menunggu beton mencapai usia yang ditentukan.
Konstruksi beton semen atau rigid pavement dipilih karena kawasan Jalan Aroepala kerap tergenang saat hujan. Kondisi tersebut membuat lapisan aspal di ruas tersebut sebelumnya berulang kali mengalami kerusakan meski telah diperbaiki.
"Daerah lintasan Aroepala itu sering banjir. Kalau terus menggunakan aspal, biaya pemeliharaannya menjadi sangat tinggi. Padahal anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat. Karena itu, kami memilih rigid beton agar lebih awet dan penggunaan anggaran jangka panjang lebih efisien," tegas Andi Ihsan.