Plang nama gedung Yayasan Nur Mutiara Ma'rifatullah di Gowa Sulsel. (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)
Hadi menjelaskan, Bab Kesucian adalah pelajaran tentang pola hidup sehat. Tapi kemudian dipahami sebagian orang, termasuk MUI, sebagai aliran sesat hingga membuat aktivitas yayasan ditutup.
"Nur Mutiara Ma'rifatullah ini mengajarkan pola makan yang bersih, pola hidup yang bersih, pola pikir yang bersih, pola makan yang sehat, pola hidup yang sehat, akal sehat, perilaku sehat, hidup sehat, dan tidur yang sehat, itu saja" tegas Hadi.
"Jadi bukan bab agama, kalau aliran itu syariat, tarikat, hakikat, ma'rifat itu sudah biasa. Bab Kesucian ini ilmu, tidak pakai aliran. Bab suci ini mengajarkan azas-azas bersih, mengajarkan pola yang bersih, hal bersih, itu dasar-dasarnya," lanjutnya.
Wayang Hadi memastikan, Bab Kesucian adalah ilmu dasar untuk hidup lebih sehat, setelah itu baru dimulainya agama untuk memulai pola dan cara hidup yang sehat.
"Nah, setelah jalani kursus Bab Kesucian ini terserah dianya mau mengambil suatu agama apa, tidak paksakan satu agama kepada orang yang belum ada agama, kita tidak memaksakan agama yang lain ke dalam orang yang sudah punya agamanya sendiri. Ini maksudnya tidak memaksakan suatu agama kepada orang yang sudah mempunyai keyakinan," tambah Hadi.