Makassar, IDN Times - Indonesia sebagai tiga besar negara produsen kakao di dunia merupakan masa lalu. Menurut data pemerintah pada Juli 2024, Indonesia kini menempati urutan ketujuh dengan produksi 160 ribu ton per tahun, jauh di bawah Pantai Gading pada posisi pertama.
Danang Ariawan, Cocoa Sustainability Consultant Mars, perusahaan global yang mengoperasikan pengolahan kakao di Indonesia, menyebutkan, pada tahun 2023, produksi kakao lokal sebanyak 171 ribu ton. Itu hanya memenuhi 38 persen kebutuhan dalam negeri. Selebihnya 62 persen kebutuhan, yaitu 276 ribu ton diambil dari impor.
"Bayangkan kalau produksi bisa di-improve, devisa negara bisa meningkat. Daripada uangnya untuk impor dari Afrika dan Amerika Latin, lebih baik uangnya untuk meningkatkan produksi di dalam Indonesia," kata Danang pada kunjungan media di Fasilitas Riset Kakao Mars (Mars Cocoa Research Station – MCRS) di Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (23/4/2025).
Mars mengadakan kunjungan media untuk memberikan wawasan tentang berbagai upaya mereka dalam mengatasi tantangan utama industri kakao di Indonesia serta membahas komitmen perusahaan dalam mendukung rantai pasok kakao yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.