Ilustrasi Bansos (dok. IDN Times)
Wali Kota menekankan pentingnya tata kelola bantuan sosial yang transparan dengan sistem berbasis digital. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi anggapan bantuan hanya diberikan kepada kerabat aparat lingkungan. “Tidak boleh lagi ada cerita yang dapat bantuan itu sepupunya Pak RT atau Pak RW. Bansos harus sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Selain itu, RT/RW diminta bekerja sama dengan lurah untuk mengawasi potensi penyalahgunaan kewenangan, termasuk praktik pungutan liar. Munafri juga mengingatkan agar sekat politik ditinggalkan karena seluruh RT/RW kini merupakan bagian dari pemerintah kota. “Hari ini tidak ada lagi orangnya A, orangnya B, atau orangnya C. Semua adalah orangnya Wali Kota Makassar,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia turut memaparkan sejumlah program prioritas seperti seragam sekolah gratis, penguatan akses air bersih melalui PDAM, Makassar Creative Hub untuk anak muda, hingga pembangunan Stadion Untia yang ditargetkan rampung pada 2027–2028. Ia menegaskan target lima tahun kepemimpinannya adalah memastikan pelayanan publik benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk kemudahan akses kesehatan, kebutuhan pangan, dan kesempatan kerja. “Saya tidak mau lihat lagi ada warga susah berobat di Puskesmas, dan susah mendapatkan pekerjaan di Kota Makassar. Ini harus kita kerjakan bersama RT/RW,” tegasnya.