Makassar, IDN Times - Kejaksaan Negeri tengah menyelidiki dugaan korupsi pengadaan toilet pintar alias smart toilet yang tersebar di 84 sekolah se-Makassar, Sulawesi Selatan. Dibangun pada tahun 2018, sebagian toilet ternyata tidak efektif penggunaannya.
Proyek smart toilet dibangun dengan anggaran Rp17,69 miliar. Pembangunannya tersebar pada 84 sekolah SD dan SMP negeri di 15 kecamatan se-Makassar.
Salah satu bangunan smart toilet berdiri di SD Negeri Melayu Muhammadiyah di Jalan Muhammadiyah, Kecamatan Wajo. Di sekolah itu, toilet yang dibangun dari Dana Insentif Daerah (DID) Dinas Pendidikan Makassar jarang dimanfaatkan sehari-hari.
"Kita kira ini toilet sesuai namanya, kayak di mal-mal itu. Tapi sampai sekarang tidak digunakan," kata salah satu guru setempat, Siti Rahmi saat ditemui wartawan, Selasa (19/7/2022).
