Calon haji melambaikan tangan dari dalam bus kepada kerabatnya saat pemberangkatan di halaman Masjid Ridwanul Bahri Manokwari, Papua Barat, Kamis (7/5/2026). (ANTARA FOTO/Chairil Indra)
Musa menjelaskan jemaah haji asal Papua tahun ini akan diberangkatkan melalui Embarkasi Hasanuddin Makassar. Mereka terbagi dalam dua kloter penuh dan satu kloter gabungan bersama jemaah asal Sulawesi Selatan.
“Dua kloter penuh berasal dari Papua, sedangkan kloter 31 bergabung dengan Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan calon jemaah agar menjaga kesehatan karena cuaca di Arab Saudi saat ini cukup panas dan ekstrem. Menurutnya, kondisi fisik menjadi faktor penting agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar.
“Kami selalu menekankan kepada jamaah untuk menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas kloter, baik ketua kloter, pembimbing ibadah maupun dokter yang mendampingi jamaah,” ujarnya.
Musa juga mengungkapkan daftar tunggu haji di Papua hingga 31 Desember 2025 mencapai sekitar 26 ribu orang dengan masa tunggu rata-rata 26 tahun. Meski masih panjang, angka tersebut disebut mulai menurun dibanding sebelumnya yang mencapai 27 hingga 28 tahun.
“Dulu masa tunggunya sekitar 27 sampai 28 tahun, sekarang turun menjadi 26 tahun,” katanya.