Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Akhlak Bertetangga dalam Islam: Jangan Iri, Biasakan Berbagi
Kakanwil Kemenag Sulawesi Selatan Ali Yafid mengisi jadwal ceramah Ramadan Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Rabu malam (4/3/2026). (Dok. Kemenag Sulsel)
  • Ali Yafid menekankan pentingnya menjaga akhlak bertetangga sebagai wujud keimanan dan pondasi kerukunan sosial dalam ajaran Islam.
  • Ia menjelaskan enam nilai utama, seperti berbuat baik, menolong, meminjamkan barang dengan sopan, menghindari iri hati, serta berbagi makanan kepada tetangga.
  • Ali Yafid juga mengingatkan bahwa ibadah ritual harus diiringi akhlak sosial yang baik agar kehidupan masyarakat tetap harmonis dan bernilai ibadah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penyampaian tausiyah Ramadan tentang enam akhlak bertetangga dalam Islam yang menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dan saling membantu antarwarga.
  • Who?
    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, menyampaikan ceramah kepada jamaah di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Masjid Al Markaz Al Islami, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
  • When?
    Tausiyah disampaikan pada Rabu malam, 4 Maret 2026, bertepatan dengan bulan Ramadan.
  • Why?
    Ceramah digelar untuk mengingatkan umat Islam agar memperkuat nilai sosial dan keimanan melalui perilaku baik terhadap tetangga sesuai ajaran agama.
  • How?
    Arahan disampaikan melalui penjelasan langsung dan kutipan hadis Nabi Muhammad SAW mengenai pentingnya berbuat baik, berbagi, serta menghindari iri hati terhadap tetangga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan sosial dengan sesama, termasuk tetangga. Dalam ajaran Islam, tetangga memiliki posisi penting karena menjadi orang yang paling dekat dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, saat menyampaikan tausiyah Ramadan di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar pada Rabu (4/3/2026) malam. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga akhlak bertetangga sebagai pondasi kerukunan di tengah masyarakat.

1. Berbuat baik kepada tetangga sebagai tanda keimanan

ilustrasi berinteraksi dengan tetangga (freepik.com/freepik)

Ali Yafid menjelaskan bahwa berbuat baik kepada tetangga merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam. Sikap tersebut bahkan disebut sebagai bagian dari indikator keimanan seseorang.

Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan pentingnya memperlakukan tetangga dengan baik.

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari kemudian, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya,” ujarnya.

Menurutnya, orang yang benar-benar menjaga iman akan berusaha menghormati dan menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitarnya.

2. Menolong tetangga yang membutuhkan

Kakanwil Kemenag Sulawesi Selatan Ali Yafid mengisi jadwal ceramah Ramadan Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Rabu malam (4/3/2026). (Dok. Kemenag Sulsel)

Salah satu bentuk akhlak bertetangga adalah membantu ketika tetangga mengalami kesulitan atau membutuhkan pertolongan.

Ali Yafid mengatakan, jika seseorang memiliki kemampuan untuk membantu, maka sebaiknya tidak mengabaikan permintaan tersebut.

“Jika tetangga meminta tolong dan kita mampu membantu, maka tolonglah. Jangan sampai tetangga membutuhkan bantuan sementara kita memiliki kemampuan tetapi tidak peduli,” katanya.

Ia menambahkan, suatu saat seseorang juga bisa berada pada posisi membutuhkan pertolongan dari orang lain.

3. Meminjamkan barang dengan cara yang baik

ilustrasi tetangga (pexels.com/Antoni Shkraba)

Islam juga mengajarkan agar seseorang bersikap lapang ketika tetangga meminjam sesuatu. Selama mampu, barang tersebut sebaiknya dipinjamkan.

Namun jika tidak mampu, penolakan harus disampaikan dengan cara yang baik agar tidak melukai perasaan.

“Kalau tidak mampu meminjamkan, sampaikan dengan kata-kata yang baik dan menyenangkan. Jangan sampai kita menolak dengan ucapan kasar yang menyakiti hati,” jelasnya.

4. Menghindari iri hati terhadap tetangga

Ilustrasi tetangga (pexels.com/Pixabay)

Akhlak lain yang perlu dijaga adalah tidak memiliki rasa hasad atau iri hati terhadap tetangga.

Menurut Ali Yafid, iri hati dapat merusak hubungan sosial sekaligus menghilangkan pahala kebaikan seseorang.

“Hasad itu memakan kebaikan seperti api membakar kayu kering. Ketika tetangga mendapatkan nikmat, kita wajib bersyukur dan ikut berbahagia,” katanya.

Sikap saling menghargai, menurutnya, akan menciptakan lingkungan yang lebih damai dan harmonis.

5. Berbagi makanan kepada tetangga

Ilustrasi buka puasa bersama (freepik.com/freepik)

Dalam ajaran Islam, berbagi makanan kepada tetangga juga dianjurkan, bahkan dalam hal sederhana.

Ali Yafid mengutip ajaran Rasulullah SAW yang mendorong umat Islam berbagi makanan kepada tetangga.

“Jika kamu memasak makanan berkuah, perbanyaklah kuahnya agar bisa berbagi dengan tetangga,” ujarnya.

Hal sederhana ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

6. Ibadah harus diiringi akhlak sosial

Kakanwil Kemenag Sulawesi Selatan Ali Yafid mengisi jadwal ceramah Ramadan Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Rabu malam (4/3/2026). (Dok. Kemenag Sulsel)

Ali Yafid juga mengingatkan bahwa ibadah ritual seperti salat dan puasa harus diiringi dengan akhlak sosial yang baik. Ia mencontohkan bahwa seseorang yang rajin beribadah tetapi sering menyakiti tetangganya justru dinilai buruk dalam ajaran Islam.

“Ada orang rajin salat dan puasa, tetapi menyakiti tetangganya. Rasulullah SAW menyebut orang seperti itu sebagai penghuni neraka,” katanya.

Karena itu, menurutnya, menjaga hubungan baik dengan tetangga merupakan salah satu cara membangun kehidupan sosial yang harmonis sekaligus menjadi jalan meraih kebaikan dalam ajaran Islam.

Editorial Team