Ashari Samadikun, Kapten tanker Honour 25 yang disandera perompak Somalia saat video call dengan keluarga dan rekan seangkatannya di PIP Makassar (Dok.IDN Times/Istimewa)
Hingga kini, belum ada kepastian terkait tuntutan tebusan. Ashari mengaku bahkan sempat berdialog dengan perompak terkait kondisi kapal.
“Saya bilang kapal ini kecil, tua, muatannya juga sedikit, jangan harap terlalu banyak,” ujarnya.
Meski begitu, ancaman terus membayangi. Ia mengaku beberapa kali ditodong dan diancam akan ditembak. “Sudah beberapa kali saya ditodong, diancam ditembak. Empat kali mereka ancam kepala saya,” tuturnya.
Ia juga mengungkap sempat diminta mendekat ke daratan, namun berusaha menahan posisi kapal agar tidak mudah didatangi tambahan perompak.
“Saya tahan kapal sekitar lima mil dari darat, supaya tidak mudah naik tambahan orang,” katanya.
Sementara itu, keluarga korban di Gowa terus diliputi kecemasan. Istri Ashari, Santi Sanaya (26), menyebut komunikasi terakhir menunjukkan kondisi penuh ancaman.
"Iya, kemarin dulu dia (Ashari) sempat bilang katanya kalau tidak ditebus ini malam mau mki dieksekusi. Makanya saya dan mertuaku terpukul sekali," imbuhnya.
Pihak keluarga berharap pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto, segera mengambil langkah untuk membebaskan para sandera. Hingga kini, proses negosiasi masih berlangsung, sementara keselamatan para kru berada dalam ancaman perompak.