ilustrasi orang yang sedang duduk di kasur (pexels.com/cottonbro studio)
Kualitas tidur yang buruk berdampak langsung pada kadar gula darah karena tidur adalah waktu bagi tubuh untuk memperbaiki diri dan mengatur fungsi metabolisme. Ketika seseorang mengalami kurang tidur atau tidur yang terganggu, produksi insulin bisa terganggu dan sensitivitas tubuh terhadap insulin menurun. Ini berarti glukosa tidak dapat diserap dengan baik oleh sel-sel tubuh, yang mengakibatkan peningkatan kadar gula darah.
Kurang tidur juga dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol, yang selanjutnya dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Selain itu, kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi nafsu makan dan pilihan makanan. Orang yang kurang tidur cenderung merasa lebih lapar dan memilih makanan tinggi gula dan karbohidrat untuk mendapatkan energi cepat.
Kebiasaan-kebiasaan di atas mungkin sering kamu lakukan tanpa sadar hal tersebut akan memengaruhi kadar gula darah. Cukup dengan pola hidup yang sehat, kamu bisa menjaga gula darah tetap stabil dan kesehatan secara menyeluruh. Jadi, saatnya kita melepaskan diri dari kebiasaan-kebiasaan buruk ini.
Sumber referensi:
https://www.cdc.gov/diabetes/living-with/10-things-that-spike-blood-sugar.html
https://diatribe.org/diabetes-management/42-factors-affect-blood-glucose-surprising-update
https://timesofindia.indiatimes.com/life-style/health-fitness/health-news/8-shocking-things-from-your-daily-routine-that-can-spike-your-blood-sugar-levels/photostory/95302023.cms
https://www.aarp.org/health/healthy-living/info-2021/habits-increase-diabetes-risk.html