Makassar, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sebanyak 97 kepala keluarga atau 356 jiwa mengungsi sementara. Pengungsian ini berada di lima titik akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Kota Makassar hingga Minggu, 11 Januari 2026.
Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan curah hujan tinggi menyebabkan genangan air serta gangguan lingkungan, khususnya di Kecamatan Biringkanaya. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko lanjutan.
Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menyampaikan bahwa peningkatan curah hujan dan angin kencang telah terpantau sejak awal di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut mendorong BPBD menyiagakan personel untuk melakukan pemantauan lapangan dan penanganan secara cepat.
"Sejak awal terpantau adanya potensi cuaca ekstrem, kami langsung menurunkan personel untuk pemantauan dan penanganan di lapangan. Keselamatan warga menjadi prioritas utama," kata Fadli, Senin (12/1/2026).
