Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kemenag Sulsel melepas 27 dai yang akan bertugas di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) selama Ramadan 2026. (Dok. Kemenag Sulsel)
Kemenag Sulsel melepas 27 dai yang akan bertugas di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) selama Ramadan 2026. (Dok. Kemenag Sulsel)

Intinya sih...

  • 27 dai dan daiah Kemenag Sulsel bertugas di wilayah 3T selama Ramadan

  • Dai diminta mengedepankan dakwah menyejukkan dan tidak bernuansa SARA

  • Tugas dakwah sekaligus dorong program prioritas Kemenag, kolaborasi perkuat syiar Islam di wilayah 3T

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times — Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan melepsa sebanyak 27 dai dan daiahuntuk menjalankan tugas dakwah di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan selama bulan Ramadan. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat syiar Islam sekaligus meningkatkan literasi keagamaan di daerah dengan keterbatasan akses pendakwah.

Prosesi pelepasan dilakukan secara daring oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Ali Yafid, pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran pejabat Kemenag daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta para dai yang akan diberangkatkan.

1. Dai diminta mengedepankan dakwah menyejukkan

ilustrasi ceramah (unsplash.com/Raka Dwi Wicaksana)

Dalam arahannya, Ali Yafid menekankan pentingnya dakwah yang membawa ketenangan dan memperkuat persatuan. Para dai diminta menghindari materi ceramah bernuansa SARA agar pesan keagamaan tetap membangun harmoni sosial di tengah masyarakat.

“Jadilah dai dan daiah yang menyejukkan. Hindari dakwah bernuansa SARA. Kita harus saling menghargai dan menghormati demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh kepala kantor Kemenag kabupaten/kota memberikan pendampingan maksimal selama masa penugasan. Menurutnya, dukungan dari penyuluh agama dan staf Kantor Urusan Agama di kecamatan sangat penting agar kegiatan dakwah berjalan efektif.

2. Tugas dakwah sebulan penuh hingga Idul Fitri

ilustrasi salat Id. (pexels.com/Mohammed Alim)

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf Kanwil Kemenag Sulsel, Muliyadi Iskandar, berharap para dai tidak hanya fokus menyampaikan ceramah Ramadan. Mereka juga diharapkan mengajak masyarakat menyukseskan program prioritas kementerian, seperti penguatan ekoteologi, peningkatan kerukunan umat beragama, serta pelayanan keagamaan yang berdampak langsung bagi warga.

Muliyadi menjelaskan, para dai dijadwalkan berangkat ke lokasi tugas pada 18 Februari 2026 dan akan bertugas selama 30 hari. Mereka direncanakan kembali ke Makassar sehari setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Insya Allah dai kita akan bertugas selama 30 hari. Kami harap mereka juga menjadi khatib di lokasi penugasan masing-masing saat pelaksanaan Salat Id,” katanya.

3. Kolaborasi perkuat syiar Islam di wilayah 3T

Kepala Kanwil Kemenag Sulesl Ali Yafid. (Dok. Kemenag Sulsel)

Program pengiriman dai selama Ramadan ini merupakan hasil kerja sama antara Kanwil Kemenag Sulsel dengan Badan Amil Zakat Nasional Sulawesi Selatan serta Baznas kabupaten/kota. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan dakwah di daerah yang masih minim akses layanan keagamaan.

Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat di wilayah 3T mendapatkan pendampingan spiritual selama Ramadan. Kehadiran dai diharapkan tidak hanya memperkuat ibadah, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Editorial Team