Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
184 Kecelakaan Terjadi saat Mudik Lebaran di Sulsel, 11 Orang Meninggal
Ilustrasi kecelakaan mobil. (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Selama Operasi Ketupat Pallawa 2026 di Sulsel, tercatat 184 kecelakaan dengan 11 korban meninggal, jumlah ini menurun dibanding tahun sebelumnya.
  • Kepolisian mencatat lonjakan korban luka berat hingga 200 persen akibat kelalaian pengemudi dan kondisi jalan licin saat musim hujan.
  • Pengawasan difokuskan di titik rawan dan jalur lintas kabupaten, dengan patroli ketat serta imbauan agar pengemudi tidak memaksakan diri selama arus balik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak mobil dan motor tabrakan waktu orang pulang kampung di Sulawesi Selatan. Ada 184 kecelakaan, 11 orang meninggal, banyak juga yang luka. Polisi bilang sekarang sedikit lebih baik dari tahun lalu, tapi masih harus hati-hati karena jalan licin dan hujan. Polisi jaga di jalan ramai supaya orang tidak ngebut dan semua bisa pulang aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Sebanyak 184 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan selama delapan hari pelaksanaan Operasi Ketupat Pallawa 2026, yaitu pada masa mudik lebaran 13 hingga 20 Maret 2026. Dari jumlah tersebut, tercatat 11 orang meninggal , 248 orang luka ringan, dan 12 orang luka berat.

Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Kombes Pria Budi, menjelaskan jumlah kecelakaan tahun ini tercatat sedikit turun dari 186 kasus pada 2025. Untuk korban meninggal dunia, jumlahnya turun dari 22 orang pada 2025. Sementara itu, korban luka ringan juga menurun dari 258 orang menjadi 248 orang.

“Ini adalah bukti nyata bahwa pengawasan ketat di titik-titik rawan serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berkendara mulai membuahkan hasil yang positif,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Rabu (25/3/2026).

1. Dipengaruhi faktor kelalaian pengemudi dan kondisi jalan

Kepolisian memberikan catatan serius pada angka korban luka berat (LB) yang melonjak tajam hingga 200 persen, dari 4 orang menjadi 12 orang. Kenaikan ini menjadi pengingat keras bagi para pengemudi bahwa kelalaian sekecil apa pun di jalan raya dapat berujung pada tragedi jangka panjang.

Terlebih lagi, kondisi cuaca di Sulawesi Selatan yang saat ini sering diguyur hujan lebat menambah risiko slip kendaraan dan jarak pandang yang terbatas. “Kita harus waspada dengan musim penghujan. Jalanan licin memerlukan konsentrasi ekstra dan kondisi ban kendaraan yang prima,” ujarnya.

2. Pengawasan difokuskan di titik rawan kecelakaan

ilustrasi arus mudik (commons.wikimedia.org/Firzafp)

Pengamanan arus mudik dilakukan berdasarkan arahan Kapolda Sulsel, Djuhandhani Rahardjo Puro, dengan fokus pada titik rawan kecelakaan. Polisi melakukan patroli serta penjagaan di jalur padat kendaraan, termasuk pemasangan spanduk peringatan di kawasan black spot.

Pengawasan kecepatan kendaraan juga diperketat, khususnya di jalur lintas kabupaten. Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi kecelakaan, terutama di ruas jalan dengan tingkat risiko tinggi.

4. Arus balik diawasi, pengemudi diimbau tidak memaksakan diri

ilustrasi arus mudik (unsplash.com/Abdul Ridwan)

Memasuki fase arus balik Lebaran 2026, Dirlantas Polda Sulsel telah memerintahkan seluruh Kasatlantas di jajaran Polres untuk tidak mengendurkan pengawasan. Kolaborasi dengan stakeholderterkait, mulai dari Dinas Perhubungan hingga tenaga medis, akan semakin diperkuat.

Instruksi tegas pun diberikan untuk meningkatkan giat patroli di jalur-jalur lintas kabupaten yang sering menjadi titik lelah bagi pengemudi, seperti poros Maros-Bone atau jalur trans Sulawesi menuju Luwu Raya.

“Kita tidak boleh lengah sedikit pun. Target utama kita adalah menuju zero accident (nol kecelakaan) dan nol korban jiwa. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap patuh pada aturan lalu lintas, beristirahat jika lelah, dan tidak memaksakan diri dalam perjalanan,” kata Kombes Pria Budi.

Editorial Team